MANGUPURA – PT Jasa Marga Bali mencatat terjadi penurunan arus lalu lintas yang melintas di Tol Bali Mandara. Hal itu karena kondisi pariwisata Bali sedang mati suri karena imbas pandemi.
Public Relations & Community Development Senior Officer PT Jasa Marga Bali (JBT), Putu Gandi Ginantra, membenarkan kondisi lalu lintas di Tol Bali mandara relatif sepi. Ia mengatakan, sebelum pandemi masuk ke Indonesia atau sekitar Januari-Februari 2020, rata-rata jumlah pergerakan kendaraan mencapai 40 ribu kendaraan per hari.
Sejak pandemi masuk, rata-rata jumlah pergerakan kendaraan hanya mencapai 10 ribu kendaraan per hari. Kondisi itu menunjukan terjadi penurunan pergerakan kendaraan yang melintas di Tol Bali Mandara sebesar 75 persen per hari.
Dari 10 ribu kendaraan saat ini, sekitar 55 persen di antaranya merupakan kendaraan roda empat dan 45 persen sisanya kendaraan roda dua. “Jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Bali Mandara ini memang sangat dipengaruhi oleh perkembangan pariwisata. Sedikit saja pariwisata Bali mengalami permasalahan, pasti akan berpengaruh pada angka kendaraan yang melintas di jalan tol,” ungkapnya, Selasa (20/10/2020).
Selain sektor pariwisata, jalan tol Bali Mandara juga sering dilalui masyarakat dari tiga wilayah terkait, utamanya untuk memotong jarak waktu tempuh mereka. Namun kondisi itu juga sepi, seiring dengan dilakukannya sejumlah pembatasan kegiatan masyarakat dan efek banyaknya pekerja pariwisata yang dirumahkan.
‘’Sebenarnya pemberlakukan adaptasi kebiasaan baru itu berpengaruh, tapi tak signifikan. Mungkin hanya menaikan sekitar 5 persen pergerakan kendaraan. Sebab dulu kondisinya hampir 80 persen penurunan pergerakan kendaraan,’’ bebernya. 023
























