Lagi, Satu Anggota DPRD Gianyar Terjaring Operasi Yustisi

  • Whatsapp
OPERASI yustisi penegakan hukum dan pendisiplinan protokol kesehatan Jalan Raya Tegallalang, Gianyar, Senin (5/10/2020). Foto: ist
OPERASI Yustisi penegakan hukum dan pendisiplinan protokol kesehatan Jalan Raya Tegallalang, Gianyar, Senin (5/10/2020). foto: ist

GIANYAR – Setelah beberapa hari lalu seorang anggota DPRD Gianyar terjaring operasi yustisi karena tidak memakai masker, peristiwa serupa kembali terjadi, Senin (5/10/2020), kembali satu anggota DPRD Gianyar operasi yustisi penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19 di Jalan Raya Tegallalang. Enam pengendara juga ikut terjaring, dengan tiga di antaranya didenda. 

Berdasarkan pantauan, rata-rata pengendara serta masyarakat yang melintas sudah memakai masker. Yang masih memakai masker di bawah hidung atau di dagu, diberhentikan petugas gabungan untuk diberi pembinaan. Namun, yang tidak memakai masker, langsung ditindak dan didenda.

Bacaan Lainnya

Anggota DPRD Gianyar, I Gusti Ngurah Supriadi, yang mengendarai mobil Toyota Fortuner DK 1872 KA, tidak memakai masker saat di dalam mobil. Legislator dari Partai Gerindra itu tidak turun dari  mobil, hanya berhenti saat ditanya petugas dan menunjukkan masker yang ditaruh dalam mobil. Setelah ditegur, dia langsung meninggalkan petugas. 

Saat ditemui di DPRD Gianyar, Supriadi mengakui sempat ditegur petugas gabungan. Saat itu dia berkendara sendirian, dan maskernya ditaruh di atas paha. Lantaran kedapatan tidak memakai masker di dalam mobil, dia hanya ditegur dan diingatkan petugas.

Supriadi menilai dia tidak salah, karena saat itu sendirian di dalam mobil. Ketika keluar dan masuk rumah mobilnya telah disemprotkan penyanitasi tangan. “Dalam mobil itu saya sendirian, setiap masuk mobil juga sudah disemprot hand sanitizer (penyanitasi tangan). Hand sanitizer bukan disinfektan, karena disinfektan tidak boleh dipakai dalam ruangan,” jelasnya.

Baca juga :  Pemkab Jembrana Selenggarakan Pelatihan Kerja, Tingkatkan Kompetensi Masyarakat di Tengah Pandemi

Alasan tidak bermasker di mobil, terangnya, karena tidak nyaman. Jika di luar mobil, dia mendaku sangat taat. “Tadi saya hanya dikasi teguran, tadi pun saya siap didenda. Karena saya bawa masker, tidak didenda,” ungkapnya.

Kasatpol PP Gianyar, I Made Watha, menjelaskan operasi yustisi digencarkan di tujuh kecamatan.  Langkah itu dilakukan untuk membiasakan kesadaran masyarakat menerapkan pertokol kesehatan Covid-19. “Kalau kita berbicara data, pemakaian masker yang salah ditemukan 261 pelanggar. Mulai mengenakan masker di dagu, di bawah hidung dan di bawah mulut, itu kan sama saja tidak pakai masker. Yang benar itu adalah menutup lubang hidung dan mulut,” tegasnya.

Khusus yang tanpa masker, dalam sepekan operasi digelar terjaring delapan orang didenda. Denda mulai diterapkan, sosialisasi pemakaian masker kencang dijalankan instansinya melalui Diskominfo serta Satgas Kabupaten.

Edukasi juga dilakukan terus menerus, termasuk dengan memasang spanduk. Bahkan saat di dalam mobil, ulasnya, secara aturan Gubernur dan instruksi Presiden, begitu keluar rumah wajib pakai masker. “Sebab ini untuk keselamatan diri sendiri. Walaupun di dalam mobil, itu kan sudah keluar rumah,” kata dia.

Ketika masyarakat sadar dan memahami betapa pentingnya memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, dan menjaga jarak (3M), dia optimis Corona cepat berlalu. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan OPD terkait hanya ingin menegakkan kedisiplinan saja. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.