DPRD Buleleng Jadi Klaster Baru, 9 Anggota Dewan dan 1 Staf Positif Covid-19

  • Whatsapp
Ilustrasi. Foto: net
Ilustrasi. Foto: net

BULELENG – DPRD Buleleng menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Bali utara itu. Hal ini menyusul terpaparnya kembali 9 orang anggota DPRD dan 1 orang staf di Sekretariat DPRD (Setwan) Buleleng. Mereka dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes usap (Swab test). Kendati positif Covid-19, namun mereka semua tidak bergejala dan mulai menjalani isolasi mandiri.

Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna tidak menampik, ada 9 anggota DPRD Buleleng dan 1 staf dinyatakan positif terpapar virus Corona. Meski demikian, agenda kinerja anggota Dewan Buleleng tidak akan terhalang, apalagi saat ini sedang dalam pembahasan 3 Ranperda tentang RDTR Kawasan Perkotaan Singaraja, Perumda Swatantra dan Pengurusutamaan Gender.

Bacaan Lainnya

Supriatna menegaskan, selama ini pihaknya sudah rutin menerapkan protokol kesehatan di kantor. “Kami rutin melakukan penyemprotan disinfektan 3 kali dalam seminggu. Kami juga batasi jumlah pegawai bekerja di kantor. Tapi agenda kegiatan di DPRD tetap jalan,” kata Supriatna di Singara, Senin (5/10/2020).

Sementara itu, Wakil Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Buleleng, Nyoman Sutjidra, mengatakan, sebelum diketahui 9 anggota dan 1 orang staf di DPRD Buleleng positif Covid-19, awalnya ditemukan 2 anggota Dewan yang terpapar Covid-19 pada minggu lalu. Sejak itu, tim Dinkes Buleleng melakukan pelacakan (tracing-red).

Baca juga :  Kasta Harap Arak Bali Bisa Dipasarkan Melalui Bumdes

Dan hasilnya, ditemukan sebanyak 45 orang yang sempat melakukan kontak dengan kedua anggota dewan itu, sehingga dilanjutkan dengan tes usap. Tes usap ini, kata Sutjidra, dilakukan secara bertahap, sejak Jumat (2/10/2020) sampai dengan Senin (5/10/2020). Sementara baru 33 orang yang hasil tes usapnya telah keluar.

“Sisanya 12 orang belum keluar hasilnya. Dari 33 orang itu, ada 7 anggota dewan dan 1 staf positif Covid-19. Sehingga, totalnya sudah ada 10 orang di lingkungan DPRD Buleleng yang dinyatakan positif Covid-19,” ujar Sutjidra yang juga Wakil Bupati Buleleng.

Meski dalam SE Gubernur seluruh pasien bergejala ringan atau tidak bergejala harus diisolasi di hotel, namun untuk 9 anggota dewan dan 1 staf di Sekretariat DPRD Buleleng hanya menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Sebab, para wakil rakyat itu dinilai cukup paham dan disiplin melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Mereka punya rumah terpisah dengan keluarga besarnya, jadi bisa mereka isolasi mandiri di rumah. Mereka juga bisa disiplin menjalani isolasi mandiri. Mereka juga tidak alam melakukan kontak dengan pihak keluarga atau dengan warga di lingkungannya sekitar,” pungkas Sutjidra. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.