Kuta Galang Donasi Bantu Warga Bertahan Saat Pandemi

  • Whatsapp
PENGUSAHA menyalurkan donasi yang diterima pihak Desa Adat Kuta. foto: ist

MANGUPURA – Turunnya level PPKM untuk wilayah Bali, dari level IV menjadi level III menjadi angin segar bagi masyarakat Kuta. Hal itu dinilai sebuah peluang untuk kembali menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kuta, yang mengalami kemerosotan akibat pandemi Covid-19. Hampir dua tahun masyarakat Kuta hanya mengandalkan tabungan yang dimiliki, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Menurut keterangan Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista, kemerosotan ekonomi krama (masyarakat) Kuta saat ini bisa dibilang kondisi terparah yang pernah tejadi. Sebab 90 persen krama Kuta bergantung pada sektor pariwisata.

Bacaan Lainnya

Atas kondisi tersebut, desa adat sudah beberapa kali menyalurkan bantuan berupa sembako kepada krama Kuta, yang berasal dari kas desa adat. Namun karena berlarutnya pandemi, hal itu membuat pihaknya mulai keteteran membantu warga.

Karena itulah, sejak beberapa minggu ini, desa adat mulai menggalang donasi peduli pemulihan bertajuk “Recovery For Kuta-Bali Pascapandemi Covid-19”. Kegiatan donasi kemanusiaan tersebut telah digalang sejak beberapa pekan lalu, untuk kemudian disalurkan pertama kali pada Minggu (12/9/2021).

Pada tahap pertama, sebanyak 195 krama dari 13 banjar di Kuta diberikan paket bantuan sembako. Setiap banjar diberikan jatah kupon bantuan dengan alokasi masing-masing 15 krama. Untuk mendapatkan bantuan itu, mereka harus mendaftar kepada klian banjar. ‘’Yang kita prioritaskan adalah mereka yang membutuhkan. Karena kami ingin agar tepat sasaran,’’ ujarnya.

Baca juga :  Gianyar Masuk PPKM Level 2, Pada Wareg Eco Park Siap Terima Kunjungan

Untuk tahap kedua, penyaluran bantuan itu akan dilaksanakan pada Minggu (19/9/2021). Jumlah penerima bantuan itu sama dengan penyaluran bantuan tahap pertama, namun penerimanya berbeda. Selain itu, sebanyak 49 penyandang difabel di wilayah Kuta juga akan mendapatkan donasi serupa.

Posko donasi tersebut berlokasi di area kantor Satgas Pantai Kuta. Posko diresmikan pada 12 September 2021, dengan anggota tim berasal dari Sabha Kerta Desa, klian banjar, prajuru, tokoh dan relawan.

Donasi sukarela tersebut datang dari berbagai pihak, baik perorangan, pengusaha, dan pemerintah daerah. Selain dari lokal, donasi tersebut juga berasal dari luar negeri. Seperti dari wisatawan asal Australia, Tiongkok, dan beberapa kota besar di Pulau Jawa.

Ke depan, pihaknya akan mengkaji keperluan dari para krama. Dengan begitu bantuan nantinya akan disalurkan sesuai kebutuhan mereka (warga). ‘’Kalau bisa, apa yang diperlukan dan menjadi kebutuhan krama, itu yang akan kita salurkan sesuai kebutuhan. Kalau krama terdesak keperluan membayar listrik, kita akan berikan berupa donasi uang,’’ ujarnya.

Selain program donasi peduli, Desa Adat Kuta bersama LPM dan Lurah Kuta juga mulai berupaya menggairahkan ekonomi krama dengan memanfaatkan area parkir jalan Pantai Kuta sebagai lapak berjualan. Hal itu dilakukan sebagai upaya membantu krama Desa Adat Kuta untuk membuka peluang perputaran ekonomi.

“Kami hanya membantu memfasilitasi masyarakat krama Desa Adat Kuta agar tetap bisa berusaha di tengah pandemi Covid-19 ini. Karena saat ini, ekonomi mereka sudah sangat terhimpit akibat pandemi berkepanjangan yang berdampak pada sektor pariwisata,’’ sebut Ketua LPM Kuta, Putu Adnyana. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.