KPU Bali Pastikan Dewa Rai Gantikan Adnyana, Pelantikan Diestimasi Awal April 2022

I Dewa Agung Gede Lidartawan dan I Gede Suralaga. Foto:hen

DENPASAR – DPRD Bali kini bersiap menyambut datangnya “anggota baru stok lama” bernama Dewa Nyoman Rai. Politisi PDIP asal Buleleng tersebut tinggal menghitung hari dilantik sebagai pengganti antarwaktu (PAW) dari almarhum Nyoman Adnyana, mantan Ketua Komisi I, yang berpulang pada Februari lalu.

Kepastian mantan anggota DPRD Bali periode 2014-2019 itu melenggang kembali ke Renon setelah KPU Bali menjawab surat dari DPRD Bali.

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, Selasa (22/3/2022) mengatakan, kepastian caleg pengganti antarwaktu Adnyana tersebut setelah lembaganya mempelajari dan memverifikasi surat jawaban berisi penjelasan DPD PDIP Bali.

Intinya, tentang pemecatan kader asal Bangli, Sang Ayu Nyoman Putri Adnyanawati, yang perolehan suaranya di bawah Adnyana. Tanpa pemecatan itu, maka yang berhak menjadi PAW adalah Putri Adnyanawati. Surat jawaban dikirim ke pimpinan DPRD Bali pada Senin (21/3/2022).

Kemudian, jelasnya, di pasal 14 ayat (1) PKPU Nomor 6/2017 tentang PAW anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota disebutkan, jika tidak terdapat calon PAW di dapil yang sama, calon PAW diambil dari daftar calon tetap Pemilu terakhir di dapil yang berbatasan langsung secara geografis, dan memiliki perolehan suara sah terbanyak dari parpol yang sama.

Baca juga :  Jaya Wibawa-Amerta Instruksi Bersihkan APK, Bawaslu Apresiasi Komitmen Paslon

Di ayat 2 disebutkan, dalam hal terdapat lebih dari satu dapil yang berbatasan langsung secara geografis sebagaimana dimaksud di ayat (1), nama calon PAW diambil dari dapil yang jumlah penduduknya terbanyak, dan memiliki perolehan suara sah terbanyak dari partai yang sama. “Mengacu pada aturan itu, dapil dengan penduduk terbanyak adalah Buleleng,” tegasnya.

Berdasarkan ketentuan pasal 14 ayat (1) PKPU tersebut, maka peringkat suara sah calon PAW DPRD Bali terbanyak berikutnya adalah nomor 7 Dapil Buleleng yakni I Dewa Nyoman Rai yang memenuhi syarat sebagai pengganti Adnyana.

Berdasarkan data di KPU, Dewa Rai pada Pemilu 2019 mendapat posisi 7 dalam Daftar Calon Tetap (DCT) dan mendulang 11.512 suara, yang, uniknya, juga merupakan rangking 7 dalam perolehan suara di Dapil Buleleng. Namun, jika diurut berdasarkan perolehan suara, maka Dewa Rai menempati peringkat 3 dan berhak menggantikan Adnyana yang posisi 2 dari Dapil Bangli.

Sekretaris DPRD Bali, I Gede Suralaga, yang dimintai tanggapan, membenarkan lembaganya sudah menerima surat dari KPU Bali. Berdasarkan surat tersebut, jelasnya, DPRD akan bersurat ke DPD PDIP Bali untuk memproses lebih lanjut. Namun, soal kapan kepastian pelantikan Dewa Rai, dia mendaku tidak dapat memastikan.

“Setelah ada surat dari DPD PDIP, nanti kami bersurat ke Gubernur untuk membuat pengantar ke Jakarta (Kemendagri). Setelah surat dari Jakarta di tangan, baru pelantikan bisa dilakukan. Mengingat prosedur dan proses administrasi surat-menyurat, kemungkinan paling cepat awal April depan baru bisa dilakukan pelantikan,” papar birokrat berpostur sentosa tersebut. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.