KONI Bali Tambah Cabor Baru Kick Boxing, Suwandi: Bagus Untuk Pengembangan Sport Tourism

  • Whatsapp
DARI kiri: Adi Angel, Ketut Suwandi, IGN. Oka Darmawan dan Wijaya, foto bersama usai pertemuan di KONI Bali, Jumat (9/10/2020). foto: ist

DENPASAR – Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi mendukung eksistensi cabang olahraga (cabor) bela diri kick boxing di Bali. Hal itu dikatakan Suwandi saat menerima Ketua Umum Pengprov Kick Boxing Indonesia (KBI) Bali, I Made Septu Hadi Dwi Darmantha yang akrab disapa Adi Angel, di ruang kerjanya, Jumat (9/10/2020).

Adi Angel yang didampingi pengurus KBI lainnya, Wijaya menyampaikan, Pengprov KBI merupakan yang termuda di Indonesia karena baru berdiri tahun 2019. Sementara Pengurus Pusat (PP) KBI berdiri tahun 2018. Meski di tengah berdirinya diselimuti pandemi covid-19 saat ini, Adi Angel tak mau tinggal diam.

Bacaan Lainnya

Setidaknya, dirinya sudah mempersiapkan sarana dan prasarana seperti tempat latihan para atlet, sebelum melakukan pembinaan secara maksimal termasuk pemasalan. ”Kami sudah punya tempat latihan di wilayah Padangasumbu Kelod, Jalan Gunung Antena, Denpasar Barat,” ungkap Adi Angel seraya menambahkan, saat ini sudah ada lima Pengkab/Pengkot di seluruh Bali yakni; Denpasar, Badung, Gianyar, Buleleng dan Klungkung.

Bahkan untuk latihan saat ini, pihaknya berkolaborasi dengan dua cabor bela diri lainnya seperti taekwondo dan muaythai. ”Karena sudah ada lima Pengkab/Pengkot KBI di Bali, kami juga berkeinginan cabang olahraga kick boxing juga bisa masuk cabor eksebisi pada Porprov Bali di Badung tahun depan (2021),” imbuh Adi Angel yang berencana bertemu Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana untuk membicarakan kick boxing agar bisa masuk eksebisi Porprov.

Baca juga :  Buka Denfest ke-13, Menparekraf RI Ajak Masyarakat Survive dalam Seni, Budaya dan Perekomian di Masa Pandemi

Sementara itu, Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi siap mendukung keberadaan kick boxing di Bali, apalagi olahraga sudah punya organisasi dari tingkat pusat sampai tingkat daerah (Pengprov dan Pengkab). Sebagai olahraga baru, dirinya tak serta menuntut prestasi, tetapi pengurus KBI Bali diharapkan benar-benar fokus dan serius terutama dalam hal pembibitan dan pembinaan.

Karena kebetulan dinahkodai pelaku pariwisata (Adi Angel), Suwandi berharap olahraga ini bisa mendukung program pemerintah yang saat ini sedang didengung-dengungkan yakni sport tourism. ”Saya kenal Pak Adi Angel sudah lama, rasanya tidak sulit membawa kick boxing masuk sport tourism,” ujar Suwandi, didampingi Sekum KONI Bali, IGN. Oka Darmawan.

Suwandi menambahkan, ada beberapa cabor baru yang kini masuk sebagai anggota KONI Bali. Selain kick boxing, ada E-sport, berkuda dan bahkan kini PABBSI pecah jadi tiga yakni binaraga, angkat besi dan binaraga. Ketiganya kini punya organisasi secara mandiri.

Terkait keinginan Pengprov KBI membawa kick boxing masuk cabor eksebisi pada Porprov 2021, Suwandi juga mengaku tak masalah. Apalagi dari segi persyaratan, menurutnya sangat memenuhi, setidaknya sudah ada Pengkab/Pengkot di Bali. ”Sebagai olahraga baru, ya eksebisi dulu sekaligus memperkenalkan kick boxing di masyarakat luas,” pungkasnya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.