BANGLI – Bupati Bangli, I Made Gianyar, menyerahkan penghargaan Kintamani Award Tahun 2020 kepada desa berprestasi di Kecamatan Kintamani, di aula kantor Camat Kintamani, Senin (15/2/2021). Dalam kesempatan itu hadir pula Camat Kintamani, Kapolsek Kintamani, Danramil Kintamani, Kepala Desa seluruh Kintamani, dan pengawas desa Kecamatan Kintamani.
Camat Kintamani, I Wayan Bona, dalam laporannya, menyampaikan pelaksanaan Kintamani Award ini berjalan transparan tanpa menganaktirikan salah satu desa. Penilaian, menurutnya, dilaksanakan dengan beberapa kriteria yakni tingkat perencanaan, pelaksanaan, pemetaan administrasi desa, penataan kelembagaan adat, penataan lingkungan, keamanan dan ketertiban desa serta pelaporan.
“Kintamani Awards bertujuan meningkatkan kinerja dan kualitas pemerintahan di desa, sesuai dengan tupoksi masing-masing. Juga untuk memotivasi desa agar lebih profesional, dan berinovasi dalam menjalankan kinerja dan tanggung jawabnya,” urai birokrat asal Desa Trunyan ini. Dari 48 desa yang ada, sambungnya, yang masuk nominasi sebanyak 10 desa yakni Desa Catur, Desa Awan, Desa Katung, Desa Kintamani, Desa Sukawana, Desa Kedisan, Desa Bunutin, Desa Belancan, Desa Siakin dan Desa Lembean. Dari hasil penilaian, yang keluar sebagai juara pertama adalah Desa Catur dengan nilai 155,49, disusul Desa Awan dengan nilai 150,11 dan Desa Katung di posisi ketiga dengan nilai 149,45.
Bupati Made Gianyar mengatakan, kegiatan Kintamani Award tahun 2020 berjalan baik walaupun masih dalam keadaan pandemi Covid-19. Dia berharap Kintamani Award dapat dilaksanakan setiap tahun untuk menyuntikkan motivasi kepada pemerintah desa, demi memajukan desa masing-masing.
“Kepada desa yang keluar sebagai juara, jangan terlena dan tetap terus bekerja, sehingga tahun yang akan datang dapat mempertahankan prestasi. Bagi desa yang belum meraih juara, jangan berkecil hati, tetap semangat untuk bekerja demi membangun desa,” pinta Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu.
Gianyar menambahkan, Kintamani Award bukan semata-mata ajang gengsi antardesa, tapi kegiatan ini murni untuk memotivasi kegiatan di desa. Tanpa suksesnya pemerintah desa, kesuksesan pemerintah kabupaten juga akan terhambat. Jika pemerintah desa sudah menjalankan pemerintahannya dengan baik, maka pemerintah kabupaten pasti akan menjadi baik juga. “Kesuksesan Kabupaten Bangli berawal dari kesuksesan desa,” serunya. gia
























