Kejari Teken Nota Kesepahaman dengan Perbekel Se-Kabupaten Gianyar

  • Whatsapp
KEJARI Gianyar menandatangani nota kesepahaman dengan perbekel se-kabupaten Gianyar. Foto: istimewa
KEJARI Gianyar menandatangani nota kesepahaman dengan perbekel se-kabupaten Gianyar. Foto: istimewa

GIANYAR – Guna mencegah penyalahgunaan dana desa, Perbekel se-Kabupaten Gianyar kini mendapat pendampingan Kejaksaan Negeri Gianyar. Hal ini terungkap saat penandatanganan nota kesepahaman di bidang Keperdataan dan Tata Usaha Negara, antara perbekel dengan Kejaksaan Negeri Gianyar pada Kamis (12/3/2020) di Balai Budaya Gianyar.

‘’Pelaksanaan nota kesepahaman ini sebagai komitmen Kejaksaan RI memberikan dukungan kepada pemerintahan desa  untuk bisa menjalankan tugas dan fungsi sesuai dengan peraturan,’’ ujar Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar, Agung Mardiwibowo, SH., saat memberikan sambutan.

Bacaan Lainnya

Dukungan tersebut, kata Agung Mardiwibowo, pemerintah desa  bisa memanfaatkan jasa hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN)  untuk mengawal  pemanfaatan dana desa agar selalu tepat sasaran. Sebab, banyaknya sumber dana yang masuk desa tentu rentan terjadi penyalahgunaan yang tidak sesuai dengan peraturan perundangan.

Selain itu, dukungan diberikan jika  terkait masalah hukum. Sebab, dalam menjalankan roda pemerintahan desa tentu ada saja permasalahan yang dihadapi. ‘’Jika ini terjadi maka jasa hukum Jaksa Pengacara Negara (JPN) dapat dimanfaatkan sebagai solusi pemecahan masalah,’’ imbuh Agung Mardiwibowo.

Sementara Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Mayun, membacakan sambutan Bupati Gianyar, menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman ini sebagai langkah pencegahan dari pemerintah daerah, pihak kejaksaan dan pihak terkait untuk memberikan rasa aman bagi kepala desa dalam pengelolaan keuangan desa. Hal ini mengingat desa mendapat dana desa yang setiap tahun meningkat.

Baca juga :  Desa Pemogan Tertibkan 5 PKL Yang Berjualan di Atas Trotoar

Bupati Gianyar juga mengajak semua perbekel melaksanakan tata kelola keuangan desa, khususnya dana desa agar sesuai dengan ketentuan. Apalagi, pada 2020 dana desa di Gianyar  pertama kali cair 60 persen sebesar Rp37 miliar ke rekening kas desa. Penandatangan nota kesepahaman dihadiri perbekel se-Kabupaten Gianyar, Kejaksaan Negeri, organisasi perangkat daerah dan pihak terkait lainnya. Setelah penandatanganan nota kesepahaman, dilanjutkan dengan sosialisasi jaksa pengacara negara oleh Kasi Datun Kejari Gianyar Martina P, SH.,MBA., kepada 64 perbekel se-Kabupaten Gianyar. 011

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.