POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Bawaslu Bali melepas benih ikan, menanam pohon, serta menabur eco enzyme di kawasan Beji Guwang, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Rabu (29/7/2026). Aksi ekologis bertajuk Jala (Jaga Alam dan Lingkungan) Bawaslu Bali ini dilangsungkan untuk memperluas peran pengawasan demokrasi, agar berdampak langsung pada kelestarian ruang hidup masyarakat. Langkah nyata ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya organisasi berbasis kepedulian sosial dan lingkungan.
Ketua Bawaslu Bali, I Putu Agus Tirta Suguna, mengatakan, pengawasan Pemilu pada hakikatnya merupakan ikhtiar menjaga keberlanjutan kehidupan demokrasi. Menurutnya, nilai tersebut sejalan dengan tanggung jawab moral menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang. “Demokrasi yang sehat membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap ruang hidupnya. Pengawasan tidak hanya dimaknai sebagai memastikan aturan berjalan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan,” ujarnya.
Suguna menekankan, Jala Bawaslu Bali bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan keberlanjutan. Pemilihan kawasan Beji Guwang didasari nilai ekologis dan spiritual penting kawasan tersebut bagi sumber mata air warga setempat. Penanaman pohon difokuskan untuk memperkuat tutupan vegetasi dan daya dukung lingkungan di sekitar Beji Guwang. Sementara itu, pelepasan benih ikan dan penaburan eco enzyme, ditujukan untuk memulihkan ekosistem serta menjaga kualitas air sungai secara alami.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran anggota Bawaslu Bali, yakni I Nyoman Gede Putra Wiratma, I Wayan Wirka, Ketut Ariyani, dan Gede Sutrawan, beserta jajaran Sekretariat. Gerakan ini disebut menjadi bukti bahwa pengawasan demokrasi tidak hanya menjaga integritas Pemilu, tetapi juga merawat alam sebagai penopang utama kehidupan masyarakat Bali. hen























