Keamanan Bali Segalanya!

Made Nariana. foto: dok

Oleh Made Nariana

BESOK lusa, Rabu 14 Februari 2024 rakyat Indonesia mengadakan pemilu serentak. Menentukan Presiden lima tahun ke depan, wakil rakyat kabupaten/kota, wakil rakyat Provinsi, wakil rakyat di Pusat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Menusuk lima kertas suara, bukan persoalan mudah.

Bacaan Lainnya

Saya menduga masyarakat banyak akan kesulitan mencari tokoh yang dicoblosnya. Apalagi ada kertas suara selebar koran dengan ratusan nama dan puluhan gambar partai politik peserta pemilu. Tidak ada jalan mudah bagi mereka yang lanjut usia (lansia) dalam memiih, kecuali bertanya kepada petugas TPS (tempat pemungutan suara).

Saya tidak meragukan kepintaran rakyat Indonesia. Tetapi saya yakin banyak yang kesulitan menjalankan haknya untuk menentukan pilihan lima tahun sekali ini. Banyak pihak meminta dalam pemilu ini, masyarakat supaya tetap menjaga kedamaian. Selama kampanye anggota masyarakat melakukan banyak hal, sehingga mungkin ada satu sama yang lainnya tersinggung.

Hal itu mungkin saja terjadi, karena namanya saja kampanye banyak perkataan, ucapan yang spontan untuk membela jagoannya. Apalagi kalau saya saksikan di media sosial. Terlalu banyak hoaks, fitnah dan pernyataan yang tidak pantas antara kelompok satu dengan yang lain.

Baca juga :  Sekaa Baleganjur Telung Barung Penatih Bakal Bawakan “Karesian” di PKB

Besok pemilu dilaksanakan. Siapa pun pilihan rakyat sepanjang dijalankan dengan luber dan jurdil (langsung, umum, bebas rahasia dan jujur serta adil), harus diterima dengan lapang dada. Cilakanya kalau pemilu dilaksanakan tidak luber dan jurdil. Kalau wasit tidak tegas, maka akan terjadi protes memprotes di antara peserta pemilu.

Bagi masyarakat Bali, hal yang kurang baik sebagai ekses pemilu harus benar-benar menjadi perhatian. Bali sebagai destinasi wisata dunia memerlukan kondisi khusus. Bali harus tetap aman, nyaman dan damai. Tidak boleh ada ekses pemilu yang berlebihan. Masyarakat bersama aparat keamanan dalam skala apa pun perlu bekerja sama menjaga Bali.

Kita di Bali memiliki pengalaman getir saat dunia dilanda Covid-19. Akibat covid, ekonomi Bali hancur lebur, banyak usaha bangkrut dan menyebabkan pengangguran ratusan ribu masyarakat Bali yang bekerja di berbagai sektor usaha.

Pengalaman tersebut harus diingat dan dikenang, jangan terulang dalam kasus lain. Kasus lain itu seperti bencana alam gempa, gunung meletus, perkelahian antar penduduk, peristiwa kriminal berlebihan dan seterusnya termasuk dampak keributan pasca pemilu. Hal ini perlu diwaspadai bersama. Jalan satu-satunya menjaga kerukunan bersama, sekalipun di antara kita masyarakat Bali ada perbedaan pilihan.

Tokoh masyarakat, adat dan dinas, aparat hukum dan aparat pemerintah lain patut memberikan panutan. Bertindak tegas jika ada yang ingin mengacau dan bertindak adil jika masalah tersebut sampai ke ranah hukum. Kita berkepentingan, Bali selalu aman, nyaman dan damai. Apalagi disertai dengan bersih, dan tertib khususnya dalam menyongsong hari H pencoblosan ini. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.