Kanker Usus Sakit, Neen Tewas Gantung Diri

  • Whatsapp
PETUGAS kepolisian melakukan olah TKP di lokasi I Wayan Neen (58) ditemukan tewas gantung diri di kandang babi milik Wayan Rumanton di Banjar/Desa Sekardadi, Minggu (21/11/2021) pagi. foto: ist

BANGLI – I Wayan Neen (58), warga Banjar/Desa Sekardadi, ditemukan tewas gantung diri di kandang babi milik Wayan Rumanton di Banjar/Desa Sekardadi, Minggu (21/11/2021) pagi. Neen diduga memilih jalan ulah pati karena tidak tahan dengan sakit kanker usus yang diderita menahun.

Kasihumas Polres Bangli, Iptu I Wayan Sarta, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia berujar, petugas Polsek Kintamani telah ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan minta keterangan sejumlah saksi.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh dijelaskan, sekitar pukul 03.30 Wita, anak Neen yakni Wayan Sukadana (36) dibangunkan istrinya, Ni Wayan Artini. Tidak biasanya Artini tidak mendengar rintihan kesakitan Neen yang biasanya selalu terdengar dari sebelah kamar tidurnya.

Setelah dilihat di dalam kamar, Neen ternyata tidak ada di kamar. Sukadana kemudian mencari ke kamar mandi dan sekitar rumah bersama istri dan pamannya.

Ketika melintas di kandang babi milik Wayan Rumanton (47), yang juga saudara kandung Neen, dia mendapati ayahnya dalam posisi gantung diri di balok bangunan kandang menggunakan selendang putih.

Melihat itu, Sukadana bersama paman dan istrinya menurunkan tubuh Neen, tapi nyawanya sudah melayang. “Atas kejadian itu, sekitar pukul 07.00 Wita keluarganya melapor ke Polsek Kintamani untuk penanganan lebih lanjut,” terang Sarta.

Baca juga :  Satu Warga Karangasem dalam Pemantauan Diskes, Demam Tinggi Sepulang dari Arab

Dari hasil pemeriksaan bersama tim medis dari Puskesmas Kintamani VI, Ni Made Sumiati, tidak ditemukan adanya tindak kekerasan di tubuh Neen.

Hanya ditemukan ciri-ciri bunuh diri secara umum, seperti jeratan di leher, keluar cairan sperma dan kotoran. “Pihak keluarga menerima kematian itu sebagai musibah, dan menolak dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan,” tandas Sarta. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.