Kadis Koperasi UMKM dan Nakertrans Bangli Akui Banyak Persoalan Penyaluran Stimulus

  • Whatsapp
KEPALA Dinas Koperasi UMKM dan Nakertrans Bangli, Luh Ketut Wardani, mengakui banyak persoalan terjadi dalam penyaluran stimulus. Ilustrasi uang. Foto: net
KEPALA Dinas Koperasi UMKM dan Nakertrans Bangli, Luh Ketut Wardani, mengakui banyak persoalan terjadi dalam penyaluran stimulus. Ilustrasi uang. Foto: net

BANGLI – Pencairan program bantuan stimulus untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Bangli, belakangan ada masalah. Sejumlah warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan, namanya mendadak menghilang dan digantikan orang lain yang diduga tidak layak sebagai penerima stimulus. Peristiwa ini dialami dua warga Desa Undisan, Tembuku, Ni Nyoman Sri Astini Saputri (43) dan Ni Komang Juliastini (35).

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Nakertrans Bangli, Luh Ketut Wardani, Rabu (7/10/2020) turut membenarkan adanya persoalan itu, sekaligus menyebut turun ke Desa Undisan untuk menelusuri. Dia mengakui banyak persoalan terjadi dalam penyaluran stimulus tersebut. Instansinya hanya memproses dan mengusulkan ke Pemprov Bali. Seperti apa verifikasinya dan siapa yang dapat atau tidak, sepenuhnya merupakan kewenangan Provinsi, karena SK dari Gubernur.

Bacaan Lainnya

Adanya warga yang dicoret atau diganti, urusan itu sepenuhnya ada di Provinsi. “Saya sudah konfirmasi ke perbankan dan ke provinsi. Kalau memang ada yang tidak puas, silakan katanya ke Dinas Provinsi yang nanti akan memberi penjelasan. Saya tidak punya kewenangan seperti itu,” sebutnya.

Baca juga :  Koster Puji Kader Tak Berlebihan Pamer Kerja Atasi Covid-19

Terkait keluhan NIK dan KK calon penerima masih tercantum, kembali dia mengaku tidak tahu pasti mekanismenya. Sejauh ini yang diusulkan sekitar 16.000 orang, tapi hanya dapat sekitar 4.500 orang, karena semua kewenangan Provinsi. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.