Astaga! Bantuan Dana Stimulus UMKM di Bangli Bermasalah, Penerima Dicoret, Dana Diambil Orang Lain

  • Whatsapp
DUA warga calon penerima bantuan UMKM asal Desa Undisan, Tembuku, Bangli, menunjukkan keanehan mekanisme pencoretan mereka sebagai penerima bantuan stimulus dari Pemprov Bali. Foto: gia
DUA warga calon penerima bantuan UMKM asal Desa Undisan, Tembuku, Bangli, menunjukkan keanehan mekanisme pencoretan mereka sebagai penerima bantuan stimulus dari Pemprov Bali. foto: gia

BANGLI – Pencairan program bantuan stimulus untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masyarakat terdampak Covid-19 di Kabupaten Bangli, belakangan ada masalah. Sejumlah warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan, namanya mendadak menghilang dan digantikan orang lain yang diduga tidak layak sebagai penerima stimulus. Peristiwa ini dialami dua warga Desa Undisan, Tembuku, Ni Nyoman Sri Astini Saputri (43) dan Ni Komang Juliastini (35).

Ditemui, Rabu (7/10/2020), Sri Astini yang bekerja sebagai perajin kuningan hias pengantin Bali ini bertutur, dia sebelumnya mengajukan permohonan mendapat bantuan stimulus. Oleh pihak desa, dia diminta membuat rekening karena akan mendapat bantuan stimulus Rp1,8 juta pada 25 Agustus lalu. Karena mendapat waktu satu jam dari batas waktu penerimaan dana, mereka tergesa-gesa berupaya menyelesaikan pembuatan rekening. Apalagi dia mendapat informasi pencairannya akan dilakukan esok harinya, 26 tanggal Agustus.

Bacaan Lainnya

“Tapi saat saya cek ke BPD Cabang Tembuku untuk mencairkan, petugas bank builang nama saya dicoret tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” sesalnya.

Anehnya, meski namanya dicoret, nomor NIK dan KK yang digunakan sebagai syarat mendapat bantuan tetap terpampang secara daring. Dia lalu mengadukan masalah itu ke kantor Desa Undisan. Sayang, aparat desa bilang pencoretan tersebut bukan jadi kewenangan pihak desa. Yang lebih dia sesalkan, “penggantinya” yang mendapat stimulus itu, dengan tulis tangan, diketahui merupakan pekerja sektor pariwisata.

Baca juga :  Cok Ace: Jalankan “Karya” Harus Didasari Tulus Ikhlas

Hal yang dialami Komang Juliastini, yang namanya dicoret tanpa ada pemberitahuan, tapi NIK serta KK yang digunakan justru tetap dipakai penerima bantuan yang menggantikan. Yang memprihatinkan, karena ada kabar dia akan mendapat bantuan, dia sampai berutang di warung untuk membeli materai. Berawal dari gembira akan akan mendapat bantuan, dia sampai rela meninggalkan pekerjaan seharian untuk mengurus persyaratannya.

“Kalau tidak salah, ada lima materai 6.000 yang dipakai melengkapi saat mengurus proses pengajuan sampai pembuatan rekening. Sampai kini saya masih ngebon pembelian materai 30 ribu,” keluhnya

Dia berkisah, usaha kuningan yang dilakoni nyaris gulung tikar sejak beberapa bulan lalu usai Covid-19 mewabah. Yang membuatnya tidak habis pikir, saat ditelusuri data pencairan dari Dinas Koperasi Provinsi Bali, data pribadinya berupa nomor KK dan NIK tetap dipakai meski nama orang yang menerima berbeda.

Perbekel Desa Undisan, I Ketut Suardikayasa, membenarkan bahwa dua warganya dicoret sebagai penerima bantuan. Dia juga mengakui mekanisme pencairan bantuan tersebut berdasarkan usulan dari bawah, kemudian diteruskan ke Dinas Koperasi UMKM dan Nakertrans Kabupaten Bangli sebagai fasilitator, sebelum diajukan ke Dinas Koperasi Provinsi Bali. Yang berhak diusulkan mendapat bantuan adalah para pengusaha, perajin, peternak, dan pedagang yang terdampak Covid-19.

Untuk di Desa Undisan, terangnya, dari 85 orang yang diusulkan, dari pihak bank datangnya hanya 80 orang. Datang daftar lagi tiga orang, dan datang tambahan dua orang itu. “Makanya kami telepon orangnya yang dapat. Saat ditanyakan ke bank, ternyata orangnya sudah diganti. Saya kan tidak tahu, sampai-sampai Ibu Kadis sempat turun,” jelasnya.

Baca juga :  Denpasar Akan Terapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat

Terkait pencoretan dua warganya tersebut, dia mengaku masih menelusuri. Karena penyalurannya melalui BPD Bali, selain tidak tahu, dia selaku kepala desa tidak punya kapasitas untuk mengganti seperti itu. gia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.