Hari Ini Sembuh 63 Orang, Terkonfirmasi Positif 52 Orang dan Meninggal Dunia Bertambah 2 Orang
DENPASAR – Kabar baik terus menghiasi perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, Sabtu (31/10/2020), yang mana pasien sembuh kembali lebih dominan dari tambahan kasus positif baru sekaligus meningkatkan persentase tingkat kesembuhan menjadi 90,31%. Sehari sebelumnya Jumat (30/10/2020) tercatat 90,17%.
Berdasarkan data harian yang dirilis Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Sabtu (31/10/2020), sebanyak 63 orang pasien dinyatakan sembuh, atau terpaut 11 orang lebih banyak dari yang terkonfirmasi positif 52 orang melalui transmisi lokal.
Dari 63 pasien yang sembuh itu, Kabupaten Gianyar mencatatkan yang terbanyak 14 orang. Disusul Denpasar (12), Jembrana (12), Bangli (11), Badung, Tabanan dan Buleleng masing-masing 4 orang serta Klungkung 2 orang.

”Jadi, total pasien sembuh di Bali, kini berjumlah 10.624 orang (90,31%) dengan rinncian 10.598 WNI dan 26 WNA,” ungkap Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Sabtu (31/10/2020).
Sementara itu, tercatat 52 orang yang terkonfirmasi positif, ada penurunan 13 orang dari sehari sebelumnya sebanyak 65 orang. Seluruh kabupaten/kota di Bali melaporkan tambahan harian kasus positif, dimana Kabupaten Badung jadi penyumbang terbanyak terbanyak 19 orang. Disusul Denpasar (11), Klungkung (5), Gianyar (4), Tabanan (4), Jembrana (3), Buleleng (2), Bangli (2) dan Karangasem 1 orang.
”Dengan demikian, secara kumulatif sampai hari ini, kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 11.764 orang (11.735 WNI dan 29 WNA), yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 11.367 kasus,” jelas Rentin.
Rentin juga menyampaikan kabar duka di hari yang sama, ada tambahan 2 pasien meninggal dunia dari Gianyar dan Klungkung masing-masing 1 orang. ”Sampai hari ini, pasien positif covid-19 yang meninggal dunia di Bali berjumlah 387 orang (3,29%) dengan rincian 385 WNI dan 2 WNA,” imbuh Kalaksa BPBD Provinsi Bali itu.

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) di Bali berkurang lagi 13 orang, menjadi 753 orang (6,40%) dengan rincian 752 WNI dan 1 WNA, yang dirawat di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.
Dari jumlah itu, Kabupaten Bangli tetap memiliki pasien paling sedikit dalam perawatan 18 orang, berkurang 9 orang dari sehari sebelumnya yang berjumlah 27 orang. Sementara pasien dalam perawatan terbanyak ditempati Badung sebanyak 189 orang, menggeser Denpasar di urutan kedua dengan 177 orang, disusul Gianyar (123), Tabanan (63), Klungkung (57), Karangasem (45) dan Buleleng (40) dan Jembrana 37 orang.
Kabar baik juga berhembus dari perkembangan pandemi covid-19 nasional, dimana jumlah pasien sembuh kembali lebih banyak dari tambahan kasus positif baru. Kali ini pasien sembuh sebanyak 3.506 orang atau berselisih 363 orang dari tambahan kasus positif baru yang berjumlah 3.143 orang. Sedangkan kasus meninggal berjumlah 87 orang yang dilaporkan 20 provinsi.
Pada bagian akhir, Made Rentin selalu mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Ia menambahkan, sesuai Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2020, Gubernur Bali mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) No. 46 Tahun 2020, yang mengatur tentang sanksi administratif bagi pelanggar protokol kesehatan. Besaran denda yang diterapkan sebesar Rp100.000 bagi pelanggar perorangan dan Rp1.000.000 bagi pelaku usaha serta tempat fasilitas umum lainnya.
Rentin juga menegaskan, bahwa upaya pengendalian dan pencegahan covid-19 ini, bukan hanya tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat, karena dampaknya sangat terasa terutama di bidang perekonomian rakyat.
Selain itu, untuk memutus rantai penularan Covid-19, maka keramaian dalam bentuk tajen di setiap Desa Adat harus dihentikan sementara serta semua bentuk kegiatan adat yang melibatkan banyak orang, seperti pasangkepan, patedunan dan sejenisnya supaya dilaksanakan dengan jumlah peserta yang sangat terbatas dengan tetap menaati Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19.
”Mari kita dukung upaya pemerintah, dengan disiplin melaksanakan Protokol Kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi ini,” ajaknya. yes
























