Kabar Baik, Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Bali Tembus 88,21%, Meninggal Turun hanya 1 Orang

  • Whatsapp

DENPASAR – Perkembangan harian pandemi covid-19 di Bali, kembali menyuguhkan kabar baik, dengan semakin meningkatkanya angka kesembuhan pasien positif yang sedang menjalani perawatan. Kali ini, Kamis (15/10/2020), pasien sembuh melonjak 157 orang sehingga persentasenya naik menjadi 88,21%.

Kabar baik ini juga disertai menurunnya angka kematian secara signifikan. Berdasarkan data harian yang disampaikan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Kamis (15/10/2020), kasus meninggal hanya bertambah 1 orang yang merupakan angka terendah dalam kurun dua bulan terakhir. Penurunan ini juga otomatis melemparkan Bali dari daftar 10 besar provinsi yang melaporkan tambahan harian kasus meninggal dunia secara nasional.

Bacaan Lainnya

Satu-satunya pasien yang tutup usia dalam perawatan merupakan warga Kabupaten Buleleng. ”Jadi, pasien positif covid-19 yang sudah meninggal dunia di Bali sebanyak 340 orang (3,23%) dengan rincian 338 WNI dan 2 WNA,” ujar Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Drs. I Made Rentin, AP.M.Si, Kamis (15/10/2020).

Dengan tambahan 1 orang ini, total pasien covid-19 yang sudah meninggal di Buleleng sebanyak 49 orang, di bawah Kota Denpasar 67 orang dan Gianyar 55 orang. Kemudian Karangasem (47), Badung (37), Tabanan (32), Bangli (28), Klungkung (13) dan Jembrana (10).

Baca juga :  Selly Mantra Ingatkan Peran Orang Tua Tingkatkan Imun Anak di Masa Pandemi

Sementara itu, pasien sembuh sebanyak 157 orang transmisi lokal itu dilaporkan seluruh kabupaten/kota se-Bali. Ada peningkatan pasien sembuh 16 orang dari sehari sebelumnya Rabu (14/10/2020) yang berjumlah 141 orang.

Tentunya suprise bagi Kabupaten Badung yang kembali ngebut mencatatkan tambahan harian pasien sembuh sebanyak 69 orang, dimana sehari sebelumnya menambah 61 orang. Disusul Denpasar (28), Gianyar (12), Tabanan (12), Klungkung (11), Jembrana (10), Buleleng (7), Bangli (5) dan Karangasem 3 orang.

”Jadi, total pasien positif covid-19 yang sudah sembuh di Bali menjadi 9.273 orang (88,21%) dengan rincian 9.247 WNI dan 26 WNA),” jelas Rentin. Lonjakan angka kesembuhan ini membawa Bali masuk daftar 10 besar, tepatnya urutan ke-7 sebagai provinsi yang melaporkan tambahan harian angka kesembuhan secara nasional.

Tentu saja, dengan semakin meningkatnya angka kesembuhan tersebut, tidak serta merta menjadikan masyarakat Bali terlena apalagi abai. Sebab, angka tambahan harian kasus positif baru masih tinggi, walau jumlahnya tetap dibawah pasien sembuh dalam dua pekan ini.

Buktinya, Kamis (15/10/2020), tercatat ada penambahan 100 orang terkonfirmasi positif melalui transmisi lokal di seluruh Bali, dengan rincian Kota Denpasar terbanyak 32 orang, Badung (23), Klungkung (15), Gianyar (14), Buleleng (5), Tabanan (5), Karangasem (4), Jembrana (1) dan Bangli 1 orang.

”Dengan demikian secara kumulatif, sampai hari ini kasus positif covid-19 di Bali berjumlah 10.513 orang (10.484 WNI dan 29 WNA) yang didominasi transmisi lokal, dimana per hari ini jumlahnya mencapai 10.120 kasus,” imbuh Rentin yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali.

Baca juga :  Covid-19 Ubah Kebudayaan Bali ke Arah Individual dan Sekuler

Berdasarkan data tersebut, kini kasus aktif (pasien dalam perawatan) berkurang 58 orang dari hari sebelumnya. Saat ini tinggal 8,56% atau tersisa 900 orang (899 WNI dan 1 WNA) yang menjalani perawatan di 17 RS rujukan dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima dan BPK Pering.

Terkait kasus positif baru, memang ada penurunan 7 orang, dibandingkan sehari sebelumnya. Tetapi jumlah 100 orang itu tetap tinggi dalam upaya pemerintah menekan laju virus yang sudah ”mematikan” segala sektor perekonomian, selain banyaknya korban jiwa yang sudah jatuh.

Karena itu, Made Rentin selalu mengingatkan sekaligus mengajak masyarakat Bali lebih meningkatkan disiplin melakukan protokol kesehatan, seperti memakai masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan, menghindari keramaian dan menjaga jarak.

Menurutnya, dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 ini, bukan hanya menjadi tugas pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. ”Untuk itu, mari kita tingkatkan disiplin melaksanakan protokol kesehatan, saling mengingatkan sesama, selalu menjaga diri dan lingkungan agar bisa segera terbebas dari pandemi covid-19 ini,” ajaknya. yes

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.