MANGUPURA – Lumpuhnya sektor pariwisata membuat masyarakat Legian mengalami kesulitan ekonomi. Pasalnya, hampir 99 persen masyarakat Legian menggantungkan kehidupan dari sektor pariwisata. Terlebih, jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, pengeluaran krama Hindu cukup banyak.
Untuk itu, Desa Adat Legian melalui masing-masing banjar adat dan tokoh masyarakatnya menyalurkan bantuan kepada krama ngarep. Bantuan diharapkan mampu meringankan beban krama menghadapi situasi saat ini.
Pada Sabtu (12/9), Banjar Legian Kaja menyalurkan bantuan uang tunai Rp300 ribu per KK. Hal itu merupakan hasil kesepakatan prajuru banjar, menindaklanjuti harapan krama. ‘’Di musim pandemi Covid-19 saat ini yang berbarengan dengan hari raya Galungan dan Kuningan, setiap krama memiliki prioritas masing-masing. Jadi dana itu bisa dialokasikan untuk keperluan masing-masing, terkait sarana prasarana hari raya. Seperti janur, bambu dan sebagainya, jadi kita tidak berikan bantuan berupa barang yang sama,’’ kata Kelihan Suka Duka Banjar Legian Kaja, Made Sada.
Bendesa Adat Legian, AA Made Mantra, dikonfirmasi terpisah bahwa sebagian dana yang diberikan kepada krama di masing masing banjar bersumber dari alokasi pemerintah ke desa adat. Pihaknya menggunakan momentum jelang perayaan Galungan, sebagai waktu yang tepat memberi bantuan.
Namun sebelumnya pihaknya di desa adat, banjar dan LPD juga telah memberikan bantuan sembako murni. 023
























