Jaya Wibawa Diklaim di Atas Angin, Amerta Sebut Programnya Realistis

  • Whatsapp
SUASANA saat debat kandidat Pilkada Denpasar 2020 di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (11/10/2020) malam. Foto: Ist
SUASANA saat debat kandidat Pilkada Denpasar 2020 di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Sabtu (11/10/2020) malam. foto: Ist

DENPASAR – Debat kandidat Pilkada Denpasar 2020 di Hotel Bali Beach Sanur, Sabtu (10/10/2020) malam untuk kali pertama dari dua kali yang diagendakan, disiarkan langsung melalui stasiun TVRI dan kanal Youtube KPU Denpasar. Hanya, suasana yang tersaji masih jauh esensi dari debat dengan menekankan pada kekuatan argumen.

Dalam acara dengan moderator Udi Prayudi itu, baik paslon IGN Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya-Wibawa) dan paslon Ngurah Ambara Putra-Bagus Kertanegara (Amerta) kurang terlihat mengeksplorasi kelemahan lawan saat memberi tanggapan, hanya fokus kepada program sendiri untuk disampaikan ke publik.

Bacaan Lainnya

Meski debat terbuka itu landai-landai saja, Ketua Tim Pemenangan Jaya-Wibawa, Ketut Suteja Kumara, Minggu (11/10/2020) menyatakan paslon yang diusung PDIP, Gerindra, PSI dan Hanura itu lebih menguasai panggung. Dia berkata publik bisa menilai sendiri bagaimana kualitas paslon nomor 1 itu dibanding lawannya. Jaya Negara dan Kadek Agus, kata dia, sangat memahami apa materi debat tersebut, dan dibuktikan dengan jawaban yang jelas dan gamblang.

Pemahaman atas persoalan Denpasar itu, ulasnya, membuat jawaban mereka sesuai dengan pertanyaan panelis, serta tepat dengan apa yang menjadi visi-misi dan program kerjanya. “Sangat nampak bagaimana karakter Pak Jaya Negara yang santun, kita bisa lihat dari bahasa tubuhnya, intonasi saat bicara, dan cara beliau juga menyapa paslon Amerta sebagai ‘sahabat’. Beliau sangat menguasai masalah, jadi ya sudah jelas di atas angin (saat debat),” sebut anggota Fraksi PDIP DPRD Denpasar tersebut dengan kalem.  

Baca juga :  Jejak Gde Agung Bidik Giri Tersandung: Meraba Pengaruh Puri Mengwi di Pilkada Badung

Ketua Tim Pemenangan Amerta, Wayan Mariyana Wandhira, menyebut apa program yang ditawarkan paslonnya sangat realistis dengan kondisi saat ini. Sebab, mereka ingin program itu benar-benar dapat direalisasikan, tidak terlalu teoritis. Kondisi masyarakat saat ini harus disentuh langsung, termasuk dari sisi pemanfataan potensi yang ada.

Dimintai tanggapan jawaban Amerta terlihat kurang relevan dengan konteks pertanyaan panelis, Wandhira mengklaim jawaban difokuskan untuk menumbuhkan ekonomi saat ini. Dalam kondisi pandemi, terangnya, Amerta menginventarisir persoalan yang ada untuk dicarikan obatnya.

Disinggung janji meningkatkan PAD sampai 30 persen di tengah kondisi anjloknya ekonomi saat pandemi, Wandhira bilang itu merupakan program ke depan, bukan dijalankan hari ini. Jika terpilih, sambungnya, pengelolaan pajak dilakukan secara digital untuk mencegah kebocoran. Dia menyindir pendapatan perusahaan daerah di Denpasar jauh dari memuaskan, malah pendapatan PD Pasar masih kalah dengan pasar banjar adat. Hanya, dia tidak merinci pasar adat mana yang dimaksud.

Sebelumnya, memberi sambutan saat pembukaan debat, Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya, menegaskan debat terbuka untuk mengetahui dan menguji visi misi dan program paslon. Dengan demikian pemilih dapat memilih, menimbang, dan memutuskan menggunakan hak pilih pada tanggal 9 Desember mendatang. KPU menjamin keamanan pemilih di TPS, dan hal itu butuh kerjasama dari paslon, tim kampanye, serta semua pengampu kepentingan terkait.

“Para paslon agar berkampanye mencerdaskan dan menghadirkan kesejukan, sehat, aman, dan demokratis,” ajaknya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.