Tembok Penyengker Rutan Bangli Jebol, Penghuni Dijaga Ekstra Ketat

  • Whatsapp
TEMBOK penyengker Rutan Kelas II B, Bangli, sepanjang 42 meter di sisi barat, hancur diterjang diterjang air bah, Sabtu (10/10/2020) pagi. Foto: gia
TEMBOK penyengker Rutan Kelas II B, Bangli, sepanjang 42 meter di sisi barat, hancur diterjang diterjang air bah, Sabtu (10/10/2020) pagi. Foto: gia

BANGLI – Tembok penyengker Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B, Bangli sepanjang 42 meter di sisi barat, hancur diterjang diterjang air bah, Sabtu (10/10/2020) pagi.  Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, tapi satu rumah dinas rusak akibat tertimpa reruntuhan tembok.

Pantauan pada Minggu (11/10/2020), tembok di bagian belakang Rutan itu terlihat porak-poranda. Sejumlah pekerja di lokasi tampak sibuk memasang seng alumunium sebagai pagar darurat, untuk menghindari adanya tahanan kabur. Rubuhnya tembok ini dikunjungi Sekretaris Ditjen Kemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI.

Bacaan Lainnya

Karutan Bangli, I Made Suwendra, Minggu (11/10/2020) mengatakan, untuk menghindari tahanan kabur, pihaknya memasang pagar darurat dengan menggunakan besi holo dan seng spandek. Pengerjaan dilakukan sejak Sabtu malam lalu. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), sebutnya, dimasukkan di dalam kamar hunian masing-masing dengan pintu dikunci. Paginya mereka diangin-anginkan dulu, setelah itu kembali masuk kamar.

Sore hari untuk persiapan mandi dan makan sore, mereka kembali dikeluarkan. Pukul 17.00 Wita mereka kembali masuk kamar untuk istirahat. “Ini kami lakukan dulu, sambil evaluasi teknis pengamanan serta pemasangan pagar kembali,” bebernya.

Selain memperkuat petugas pengamanan internal, dia juga koordinasi dan minta bantuan Polres Bangli dan Kodim 1626/Bangli. Saat ini polisi dan tentara ikut turun untuk menjaga para warga binaan sampai tembok selesai dikerjakan.

Baca juga :  Ini Jadi Penyebab Jalan Utama di Desa Panji Anom Amblas, Perbekel Berharap Segera Diperbaiki

Mengenai perbaikan, dia menyebut berkoordinasi ke Jakarta, dan kemarin Sekretaris Ditjen Kemasyarakatan Bidang Penganggaran dan Pengelolaan Badan Pamasyarakat RI turun meninjau lokasi. Karutan diperintah menyusun Rencana Angaran Biaya (RAB) untuk pembangunan kembali tembok penyengker tersebut. Di samping itu juga diminta membuat perencanaan untuk pemindahan saluran drainase yang sebelumnya dibuat berkelok-kelok dalam rutan, yang membuat kurang lancarnya air keluar.

“Untuk anggaran masih diupayakan oleh pusat, karena menjelang akhir tahun anggaran. Tapi ini masuk perbaikan skala prioritas, jadi kalau tidak bisa tahun ini mungkin awal tahun depan sudah bisa dilakukan pembangunan. RAB juga masih kami susun,” cetusnya menandaskan. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.