Jaya Negara “Ngajum Sangge” Serangkaian Karya Atma Wedana di Banjar Bun

WALI Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, saat melaksanakan ngajum sanggeserangkaian Karya Metatah lan Atma Wedana Massal yang digelar Banjar Bun, DesaAdat Denpasar, bertepatan Tilem Kasa, Senin (17/7/2023). Foto: ist

POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, ngayah ngajum sangge serangkaian Karya Metatah lan Atma Wedana Massal yang digelar Banjar Bun, DesaAdat Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Kecamatan Denpasar Timur, bertepatan dengan rahina Tilem Kasa, Senin (17/7/2023).

Sebelumnya, Wali Kota Jaya Negara juga hadir dalam kegiatan upacara metatah dan berkesempatan ikut menjadi sangging dalam upacara tersebut.

Bacaan Lainnya

Di sela-sela acara, Jaya Negara menyampaikan bahwa ngajum sanggeini dilakukan setelah daun beringin tiba di tempat upacara.

Untuk perwujudan roh, dipilih sebanyak 108 lembar daun beringin, dirangkai sedemikian rupa kemudian disebut sekah. Jumlah sekah sebanyak roh yang akan diupacarakan. Di samping jumlah tersebut, dibuat juga untuk lingga atau sangge.

Setelah sekah dihiasi seperti tubuh manusia dengan busana selengkapnya (berwarna putih), dilakukan upacara ngajum,yaitu menstanakan roh pada sekah tersebut. Sekaligus ditempatkan di panggung upacara yang disebut payadnyan (tempat upacara yang khusus).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Denpasar mengatakan, sangat mengapresiasi atas pelaksanaan Karya Metatah dan Atma Wedana Massal tersebut. “Dimana ini merupakan upaya untuk meringankan beban krama adat, dan sejalan dengan konsep vasudhaiva kutumbhakamyang bermakna menyama braya atau bergotong royong,” ujarnya.

Ketua Panitia Karya, I Wayan Suryawan, mengatakan, upacara metatah massal dan upacara atma wedana (mamukur) merupakan agenda lima tahun sekali yang dilaksanakan Banjar Bun. Tahun ini menjadi pelaksanaan yang keempat kalinya. Kegiatan ini selain untuk warga Banjar Bun juga diperuntukan untuk warga banjar lainnya.

Upacara karya tahun ini diikuti oleh 98 orang peserta metatahdan 63 sekah atma wedana.”Karya metatah dan memukur massal ini secara rutin kami laksanakan setiap lima tahun sekali sebagai wujud sradha dan bhaktikepada leluhur dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Suryawan.

Tampak hadir juga dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; dan Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede. rap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses