Gunakan “Bade Tumpang Sembilan”, Permaisuri Raja Gianyar Terakhir Dipelebon 24 Juli 2023

PROSESI nyiraman layon Ida Anak Agung Istri Mas di Puri Ageng Gianyar, Senin (17/7/2023). Foto: adi

POSMERDEKA.COM, GIANYAR – Upacara pelebon Ida Anak Agung Istri Mas, permaisuri Raja Gianyar terakhir, Anak Agung Gede Oka, yang meninggal (lebar) pada Kamis (13/7/2023), akan dilangsungkan pada Senin (24/7/2023).

Panitia karya diwakili Anak Agung Gde Alit Asmara, Senin (17/7/2023) mengatakan, pelebon Istri Mas, ibu dari mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Bharata; dan Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gede Mayun, akan dilangsungkan dengan mengambil tingkatan madyaning utama.

Read More

Prosesi dimulai hari Senin (17/7/2023) dengan upacara mesiraman layon dan langsung munggah tumpang salu, sedangkan ngaskara akan dilaksanakan pada Sabtu (22/7/2023).

“Tingkatan yang diambil dalam upacara pelebon ini madyaning utama, karena beliau berstatus istri raja, agar tidak melebih upacara raja terakhir. Ini sesuai petunjuk Yajamana Karya,” ujarnya.

Pada puncak pelebon, sambungnya, akan diawali dengan melaspas pekoleman bade. Layon dinaikkan ke bade melewati pukul 12.00 Wita. Iring-iringan berangkat dari Catus Pata Puri menuju setra dilanjutkan prosesi pembakaran. Terakhir, nganyut di Pantai Masceti, Medahan, Gianyar dan mepegat.

“Pelebon akan menggunakan bade tumpang 9, dan lembu tratag. Hanya saja tidak ada naga banda, karena tingkat madyaning utama, sesuai dengan permintaan agar tidak melebihi dari raja,” paparnya.

Istri Sri Mas wafat di usia 91 tahun setelah sempat mendapat perawatan medis. Almarhumah merupakan putri dari Puri Ageng Peliatan, Ubud, yang diperistri Anak Agung Gde Oka. adi

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.