HGN di SMK PGRI 5 Denpasar, Genjot Kreativitas Guru, Perkuat Jiwa Kewirausahaan Siswa

  • Whatsapp
PERINGATAN HGN dan HUT ke-75 PGRI di SMK PGRI 5 Denpasar, Rabu (25/11), dirangkai dengan perayaan HUT ke-16 SMK PGRI 5 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Ketut Nuka. Foto: ist
PERINGATAN HGN dan HUT ke-75 PGRI di SMK PGRI 5 Denpasar, Rabu (25/11), dirangkai dengan perayaan HUT ke-16 SMK PGRI 5 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kasek Ketut Nuka. Foto: ist

DENPASAR – Peringatan Hari Guru Nasional (GHN) dan HUT ke-75 PGRI di SMK PGRI 5 Denpasar, Rabu (25/11/2020), berjalan sederhana namun khidmat dengan protokol kesehatan yang ketat. Momen penting itu juga dirangkai dengan perayaan HUT ke-16 SMK PGRI 5 Denpasar.

Puncak peringatan HGN dan HUT ke-75 PGRI serta HUT ke-16 SMK PGRI 5 Denpasar ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK PGRI 5 Denpasar, Dra. Ni Ketut Nuka. Acara juga dihadiri Ketua Komite SMK PGRI 5 Denpasar, Drs. I Wayan Darya Kusuma, M.Pd.

Bacaan Lainnya

Kasek Ketut Nuka mengungkapkan, sesuai tema peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN “Dari PGRI untuk Indonesia, Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju”, betapa penting peran guru sebagai manusia pengubah yang karakter kreatif, inovatif, dan berdedikasi. Konsep ini yang dijadikan spirit SMK PGRI 5 Denpasar secara bersama-sama memajukan sekolah, meningkatkan kreativitas guru melahirkan lulusan go international lewat penguatan bahasa asing. Terbukti sudah banyak lulusan SMK PGRI 5Denpasar yang bekerja di Jepang dan Australia.

SMK PGRI 5 Denpasar dikenal sekolah yang sukses memberi penguatan bidang kewirausahaan. Kendati dihadapkan kondisi pandemi Covid-19, lulusan sekolah ini tak sampai ada yang menganggur. Jika dalam kondisi normal kebanyakan pelanggan pemakai lulusannya adalah hotel dan restoran, saat ini lulusan Tata Boga sebagian besar bekerja mandiri membuka bisnis catering bersama, bahkan jual nasi dan kosmetik secara daring.

Baca juga :  ST Bina Marga, Ubud Bakal Gelar Beragam Lomba Secara Virtual

Ia pun selalu menekankan kepada siswa untuk tak berkecil hati memilih SMK basis pariwisata di tengah keterpurukan pariwisata karena pandemi Covid-19. Ia yakin, setelah pandemi ini berlalu pariwisata Bali akan bangkit. Karenanya, jiwa kewirausahaan siswa terus diperkuat agar mereka tetap terlatih bekerja mandiri. Kedua, lulusan diharapkan tak pilih-pilih pekerjaan.

SMK PGRI 5 Denpasar, selama pandemi Covid-19 ini taat menerapkan belajar dari rumah. Tak lupa, aktivitas spritual siswa seperti melaksanakan Try Sandya dan persembahyangan di rumah masing-masing tetap ditekankan. Ketut Nuka mengatakan, program ini dikaitkan dengan kampanye BNPB yakni Aman, Iman dan Imun dilanjutkan dengan prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Artinya, siswa disiplin menerapkan prokes dan tak lupa pendidikan karakter.

Termasuk saat siswa mengikuti pembelajaran produktif di sekolah prokes dilakukan sangat ketat. Kegiatan praktik dilakukan terbatas sesuai prokes. Di samping itu, siswa wajib mendapat izin dari orangtuanya. Bahkan yang istimewa, pembelajaran produktif siswa juga ditambah penguasaan komputer serta penguatan bahasa Jepang dan bahasa Inggris.

Ia berterima kasih kepada orang tua siswa yang selalu mendukung pembelajaran daring selama proses belajar dari rumah. Keberhasilan siswa, kata dia, membuktikan hubungan harmonis sekolah dengan orang tua siswa terjalin baik, sehingga pendidikan tetap berjalan baik dan berbuah prestasi.

Hal ini dibenarkan Ketua Komite Drs. I Wayan Darya Kusuma, bahwa SMK PGRI 5Denpasar dibuat semakin mandiri dan profesional, dengan menjalin hubungan harmonis antara sekolah dan orang tua. Komite mendukung semua program sekolah guna menjadikan SMK PGRI 5 Denpasar semakin mandiri, berprestasi dan berlandaskan budaya.

Baca juga :  Jaga Alam Bali Bersih dan Sehat, Gubernur Koster Rancang Mandiri Energi

Ia juga menarik hikmah di balik pandemi Covid-19 yakni mempercepat akselerasi penguasaan teknologi di kalangan guru dan siswa, menguatkan kerja sama antara guru dan orang tua sekaligus memastikan bahwa peran guru tidak bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun. Untuk bisa eksis di era 4.0, ia mengajak warga sekolah untuk menguasai keterampilan abad ke-21 yang diistilahkan 4C yaitu communication,collaborationcritical thinking dan problome solving, serta creative-innovation. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.