Melipat Surat Suara, Mengikis Dampak Dirundung Corona

PARA tenaga pelipat suara di KPU Denpasar bekerja dalam jarak diatur satu meter untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Foto: gus hendra
PARA tenaga pelipat suara di KPU Denpasar bekerja dalam jarak diatur satu meter untuk menjalankan protokol kesehatan Covid-19. Foto: gus hendra

“ITU maskernya jangan lupa tetap dipakai,” seru Ketut Suartana, pengawas pelipat suara di aula lantai 3 KPU Denpasar, sembari menunjuk ke perempuan yang duduk di lantai di sebelahnya, Senin (23/11/2020) siang. Sibuk melipat ribuan surat suara, perempuan itu lupa masker kainnya melorot sampai di mulut; hidungnya tidak tertutup masker. Begitu masker benar terpasang, perempuan berjilbab merah muda itu melanjutkan pekerjaannya.

Di hadapannya tersusun lipatan surat suara Pilkada Denpasar 2020 yang diikat karet. Satu kardus bertuliskan “Surat Suara” dan angka 2.000 yang menunjukkan kuantitas isi kardus, teronggok di sebelah lipatan surat suara. Dalam aula seluas sekira 400 meter persegi itu ada 30 pelipat surat suara lesehan di lantai, dengan jarak diatur 1 meter untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Read More

Halimah, salah seorang tenaga pelipat surat suara, berkisah, dia tahu pekerjaan ini dari obrolan ibu-ibu di lingkungan rumahnya di wilayah Denpasar Barat. Ketimbang bengong diam di rumah, ada pekerjaan sambilan dirasa melegakan pada masa orang susah kerja dihimpit Corona seperti sekarang. “Diajak ibu-ibu teman di rumah,” cetus perempuan paruh baya itu saat istirahat pukul 13.00 Wita.

“Ya lumayan, tapi cuma dapat ngelipet satu kardus. Saya ke sini karena kerjaan saya tidak ke kantor, jadi bisa nyambi,” imbuh seorang pelipat suara yang mengaku bekerja sebagai agen asuransi, seraya menuruni tangga saat jam kerjanya berakhir.

Sekretaris KPU Denpasar, I Made Wirawan, menjelaskan, tenaga pelipat surat suara ada yang langganan dari pemilu ke pemilu ke KPU Denpasar. Begitu dengar informasi KPU akan melipat surat suara, entah melalui media atau dari mulut ke mulut, mereka datang ke KPU. Dari yang semula hanya 30 orang, Selasa (24/11/2020) bertambah jadi 40 orang.

“Bayarannya borongan, dengan target sehari satu kardus isi 2.000, dan per lembar dibayar Rp75. Kalau beres satu kardus berarti dapat Rp 150 ribu. Selama bekerja mereka tidak boleh ngobrol, tidak bawa tas, tidak bawa ponsel, dan tidak bawa makanan,” ungkapnya.

Menurut pengawas, target satu kardus diselesaikan mulai pukul 08.00 Wita s.d. 17.00 Wita. Dengan target minimal itu, dengan 30 tenaga saja, dalam sehari KPU Denpasar dapat menyelesaikan 60.000 surat suara. Sebagai catatan, DPT Pilkada Denpasar ada 444.929 orang; dan itu itu berarti butuh waktu 7,5 hari untuk melipat semua surat suara itu.

“Tenaga kami tambah 15 orang lagi. Di aula 30, di gudang di bawah 15 orang lagi,” tutur Ketua KPU Denpasar, I Wayan Arsajaya. Dia optimis satu orang dapat menyelesaikan 1,5 kardus dalam sehari, dan mengestimasi proses selesai dalam rentang maksimal lima hari. Makin cekatan mereka kerja, makin cepat selesai.

“Kalau dari 2.000 surat ada yang rusak akan kami ganti, sehingga mereka tetap minimal satu kardus dalam sehari. Lumayan kok hasilnya di tengah kondisi pandemi seperti sekarang,” sambungnya tersenyum.

Melipat surat suara ini tidak semudah terlihat, karena mesti disortir dulu untuk memeriksa yang rusak. Misalnya garisnya yang tidak sama, foto blur, bahkan ketika hanya ada titik saja di surat suara itu. “Ini tetap dihitung cacat, karena tidak sempurna gambarnya. Pokoknya tidak boleh ada cacat, titik kecil saja tidak boleh,” jelas Suartana sembari memperlihatkan contoh surat suara yang cacat.

Anggota Bawaslu Denpasar, Wayan Sudarsana, yang mengawasi proses pelipatan mengatakan, sejauh ini tidak ada hambatan. Bawaslu juga pengawasan mulai proses pencetakan dan pemotongan surat suara di percetakan Temprina. “Pengawasan dilakukan Bawaslu, KPU dan kepolisian selama 24 jam di percetakan dengan sistem sif,” terangnya. hen

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.