POSMERDEKA.COM, BANGLI – Selain bambu, kerajinan keris di Kabupaten Bangli masih eksis melayani pesanan para konsumen dari seluruh Bali. Hal ini tentu tidak lepas dari inovasi yang dilakukan perajin dalam menghasilkan karya seni.
Salah seorang perajin keris asal Banjar Pande, Kelurahan Cempaga, I Nengah Sukarta, Senin (17/2/2025) menuturkan, kerajinan keris masih mendapat simpati di masyarakat.
Selain untuk cenderamata serta koleksi, kerajinan keris juga banyak digunakan untuk kegiatan adat. Seperti perlengkapan para pecalang maupun kelompok seni lainnya di masyarakat. “Pesanan kerajinan keris masih tetap stabil,” kisah mantan birokrat di Pemkab Bangli ini.
Lebih lanjut disampaikan, keris yang dipakai untuk cenderamata oleh kalangan pejabat memang harganya berbeda dengan yang dipakai untuk kelengkapan di desa adat. Keris cenderamata oleh pejabat harganya bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp30 juta. Harga ini ditentukan oleh bahan baku yang digunakan, mulai besi bahan keris, hingga desain warangka (sarung) dan gagangnya.
Keris yang dipakai cenderamata kalangan pejabat tinggi biasanya menggunakan bahan perak untuk hiasannya. Kalau untuk kebutuhan kelompok-kelompok masyarakat seperti pecalang atau sekaa gong, harganya berkisar antara Rp400 ribu hingga jutaan, bergantung bahan dan motifnya.
Khusus untuk keris koleksi, harganya juga berbeda sesuai dengan pesanan. “Untuk kerajinan keris yang dipakai koleksi, biasanya motif hiasan dipesan khusus oleh pelanggan. Jadi, harganya sesuai dengan bahan baku yang diinginkan. Kalau ada yang dilapisi emas, maka harganya tentu makin mahal,” terangnya.
Disinggung pemasaran, dia mendaku selama ini banyak memasarkan produk melalui media sosial seperti Facebook. Biasanya kalau ada motif baru, maka dia mengunggah di medsos. Bila motif itu diminati, maka konsumen langsung memesan. “Selain itu, kami juga sering ikut pameran baik secara mandiri maupun diundang instansi pemerintah,” pungkasnya. gia
























