POSMERDEKA.COM, BANGLI – Menunggu sekian bulan, akhirnya harga bawang sejak sepekan ini cukup bagus di pasaran, dengan per kilogram bisa menembus Rp55.000 hingga Rp60.000. Kenaikan harga ini membuat petani bawang di Kaldera Gunung Batur seperti di Desa Songan dan sekitarnya semringah.
Seperti disampaikan Gede Arman Parwata, petani bawang asal Banjar Dalem, Desa Songan, Kecamatan Kintamani. Dihubungi, Selasa (12/8/2025), dia mengakui harga bawang merah sejak sepekan terakhir sangat bagus. Hal ini dinilai sebagai kejutan bagi petani bawang di Desa Songan. Alasannya, bulan Agustus biasanya harga bawang turun, tapi tahun ini malah naik. “Tumben harga bawang naik bulan-bulan ini. Kalau biasanya sih anjlok,” ucapnya.
Lebih lanjut dituturkan, selain harga bagus, produksi di tingkat petani juga tergolong maksimal. Dia yang memiliki lahan sekitar 50 are, bisa panen bawang sekitar 5 ton. Di tingkat petani, dia berujar harga bawang merah mencapai Rp40.000 untuk jenis bawang varietas bali karet, sementara bali lokal harganya Rp35.000.
“Kami harap harga ini bisa bertahan, dan saya kemarin bisa menjualnya Rp38.000 untuk jenis bali karet,” bebernya.
Mengenai pemasaran bawang merah produksi petani di Desa Songan, dia menyebut belakangan banyak dipasarkan ke Jakarta dan daerah lainnya di Jawa. Untuk pasar di Jakarta, bawang bali lokal yang laris. Bawang merah bali karet ini dikembangkan sejak 10 tahun lalu.
Saat ini, tambahnya, kemungkinan daerah lain belum memasuki musim panen, sementara kebutuhan besar, makanya maka harga akan naik. “Kami dengar di sejumlah daerah yang selama ini sebagai produsen bawang mulai panen. Kami khawatir sepekan ke depan harga bawang kembali turun,” tutupnya. gia
























