Guru Belum Divaksin Jangan Dipaksa Mengajar Tatap Muka, Siswa Belajar Hanya 2 Jam Tanpa Istirahat

  • Whatsapp
WAKIL Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, usai memberi pengarahan kepada seluruh kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar pada Senin (27/9/2021) terkait pelaksanaan PTM Terbatas yang dimulai 1 Oktober 2021 mendatang. Foto: tra
WAKIL Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, usai memberi pengarahan kepada seluruh kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar pada Senin (27/9/2021) terkait pelaksanaan PTM Terbatas yang dimulai 1 Oktober 2021 mendatang. Foto: tra

DENPASAR – Menindaklanjuti Inmedagri No. 43 Tahun 2021 dan Perwali No. 29 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, berikan pengarahan kepada seluruh kepala SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar pada Senin (27/9/2021) di Aula SMPN 10 Denpasar. Pemkot Denpasar memulai PTM Terbatas pada 1 Oktober 2021 mendatang.

Wawali Arya Wibawa mengatakan dalam Perwali 29 Tahun 2021 Tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka di masa pandemi disebutkan bahwa  pengelola pendidikan yang akan menyelanggarakan PTM harus mendapatkan izin PTM dari Wali Kota melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga serta wajib melengkapi berbagai persyaratan terkait dengan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Karenanya bagi sekolah yang belum siap PTM jangan dipaksakan. Sebaliknya, jangan juga terus-terusan tidak siap.

Bacaan Lainnya

‘’Sekolah diwajibkan memetakan ruangan, pengaturan jam kedatangan dan pulang siswa agar tidak berkerumun dan kesiapan guru yang telah tervaksin dan yang paling penting juga mendapatkan persetujuan dari orang tua siswa,’’ ujar Arya Wibawa.

Arya Wibawa berkata, guru yang belum divaksin karena alasan kesehatan jangan dipaksa untuk mengajar PTM Terbatas di sekolah atau hadir di kelas. Ini demi keselamatan bersama. ‘’Saya yakin mayoritas orang tua menyambut gembira akan dilaksanakan PTM Terbatas ini,’’ kata Arya Wibawa.

Baca juga :  Kelian Subak Tegalgintungan Diduga Tilep Dana Ratusan Juta

Lebih lanjut Arya Wibawa menekankan jika ada orang tua siswa yang belum mengizinkan anaknya ikut PTM Terbatas, pihak sekolah harus juga menyiapkan opsi pembelajaran secara daring. ‘’Kepada seluruh SMP di Kota Denpasar mengutamakan  penyeimbangan antara sisi kesehatan siswa, terlaksananya pemenuhan pendidikan yang efektif dan juga ikut bersama sama  mengendalikan virus Covid-19, untuk itu semua pihak juga harus melakukan pengawasan sehingga pembelajaran tatap muka bisa berjalan efektif,’’ katanya.

Diharapkan terlaksananya PTM Terbatas tidak menimbulkan klaster baru sehingga perlu adanya kerjasama antara kepala sekolah, komite sekolah dan OPD terkait untuk mempersiapkan PTM dengan protokol kesehatan yang ketat. Wawali Arya Wibawa menambahkan jika terjadi klaster baru maka pelaksanaan PTM Terbatas akan dihentikan di SMP terkait dan pembelajaran akan dilaksanakan secara daring.

‘’Now or never, sekarang atau tidak akan pernah, oleh karena itu menjadi tanggung jawab kita bersama-sama bagaimana di satu sisi pemenuhan kualitas pendidikan yang baik tetapi disisi lain pengendalian Covid-19 harus juga dilaksanakan dengan baik,’’ lugas Arya Wibawa.

Ketua MKKS SMP Kota Denpasar, I Wayan Murdana, mengatakan tujuan mendatangkan seluruh kepala sekolah SMP se-Kota Denpasar baik negeri maupun swasta karena akan dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas yang dimulai 1 Oktober 2021 sehingga ada persamaan persepsi  antarkepala sekolah. Ia yakin dari 85 SMP di Denpasar terdiri dari 14 SMP negeri dan 71 SMP swasta, siap melaksanakan PTM Terbatas.

Baca juga :  Bantu Fasilitas Belajar PJJ, Banjar Petangan Gede Desa Ubung Kaja Sediakan WiFi Gratis

‘’Karena PTM akan dimulai 1 Oktober maka dari itu diharapkan setiap SMP melengkapi administrasi PTM  dan sarana prasarana sesuai penunjang pembelajaran sesuai protokol kesehatan dan pelaksanaan dilakukan secara berjenjang,’’ terang Murdana.

Ia menyebutkan, skema atau teknis siswa mengikuti PTM Terbatas diserahkan kepada sekolah masing-masing sesuai tahapan. Ia menegaskan, dalam PTM terbatas ini siswa hanya belajar dua jam di sekolah. Tidak ada istirahat. ‘’Bagaimana sekolah itu mengatur, sekolah masing-masing mengatur sesuai dengan kebutuhan guru dan persyaratan PTM Terbatas dan pastinya prokes harus ketat. Kita akan evaluasi setiap minggu,’’ pungkasnya.   

Tampak hadir di acara itu Pj. Sekda Kota Denpasar I Made Toya; Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Dewa Gede Rai; Kabid Pembinaan SMP Disdikpora AA Wiratama, perwakilan Dinas Kesehatan dan OPD terkait lainnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.