Empat Hari Dievakuasi, Petugas Angkut 94 Ton Sampah dari Loloan Pantai Dreamland

  • Whatsapp
KONDISI loloan Pantai Dreamland yang sudah bersih dari sampah kiriman. Foto: ist
KONDISI loloan Pantai Dreamland yang sudah bersih dari sampah kiriman. Foto: ist

MANGUPURA – Evakuasi sampah terjebak di loloan pantai Dreamland Pecatu telah rampung dikerjakan, Kamis (11/2/2021). Sebanyak 94 ton sampah atau 47 truk sampah berhasil diangkut selama empat hari oleh petugas gabungan dari DLHK Badung, komunitas Sungaiwatch dan masyarakat setempat.

Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun DLHK Badung, AA Gde Dalem, dikonfirmasi Jumat (12/2/2021) menerangkan, evakuasi sampah terjebak tersebut memang telah rampung dikerjakan pada Kamis (11/2/2021). Proses evakuasi sampah dilakukan selama empat hari secara bersinergi antara DLHK Badung, komunitas Sungaiwatch dan masyarakat setempat, dengan melibatkan puluhan orang peserta. Sampah tersebut merupakan sampah kiriman yang terbawa saat air laut pasang dan terjebak saat air laut mengalami surut.

Bacaan Lainnya

Agung Dalem mengutarakan, pada hari pertama evakuasi, Senin (8/2/2021), petugas mengevakuasi truk sampah atau sekitar 6 ton yang dilakukan secara manual. Kemudian pada Selasa (9/2/2021), proses evakuasi sampah tersebut dilakukan dengan menerjunkan sebuah alat mini spider dan empat truk DLHK. Sedangkan pihak komunitas sungaiwatch menerjunkan dua eksavator dan tiga truk. Dalam proses evakuasi tersebut, petugas mengevakuasi tiga truk sampah atau 6 ton, ditambah dua truk atau empat ton sampah dari komunitas sungaiwatch.

Baca juga :  Diterjang Angin Kencang, Bangunan Genta di Munggu Roboh

Berikutnya, pada Rabu (10/2/2021) petugas kembali mengevakuasi 30 ton sampah atau 15 truk, sehingga tinggal menyisakan 30 persen sampah yang harus dievakuasi kembali keesokan harinya. Pada Kamis (11/2/2021) evakuasi sampah kiriman tersebut dirampungkan. Pada hari terkahir, petugas mengevakuasi sebanyak 48 ton sampah atau 24 truk.

‘’Kemarin (Kamis) sampah itu sudah clear semua kita evakuasi bersama. Syukur cuaca juga cukup mendukung, sehingga evakuasi itu rampung sesuai target yang kita perkirakan,’’ ungkapnya.

Agung Dalem mendaku, proses evakuasi sampah tersebut memang relatif pelik. Mengingat sampah tersebut berada di tengah loloan yang membuat alat berat cukup sulit melakukan evakuasi. Loloan itu mempunyai lebar 40 meter dan panjang 150 meter.

Pihak komunitas bersama warga sempat melakukan evakuasi dengan menggiring sampah itu menuju ketepian dengan menggunakan kano dan menarik sampah itu menggunakan perahu kecil, sedangkan DLHK mengangkut sampah itu ketika berada di tepian dan diangkut ke dalam truk. ‘’Sampah itu kebanyakan berupa kayu dan ranting. Itu semua diminta oleh beberapa warga,’’ sebutnya.

Agung Dalem menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang ikut membantu mengevakuasi sampah tersebut. Ke depan sinergi tersebut diharapkan terus bisa dijaga dan dipelihara, khususnya dalam menangani sampah kiriman yang bisa datang sewaktu-waktu. ‘’Sebab menjaga kebersihan merupakan tanggung bersama dan demi kepentingan bersama,’’ pungkasnya. gay

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.