MANGUPURA – Di tengah merosotnya sektor pariwisata Bali, sektor pertanian justru semakin mendapatkan pengakuan dunia internasional. Setelah mampu memperluas pasar buah segar ke Belanda, kini giliran vanili Bali yang kembali menjadi sorotan pasar ekspor Eropa. Berkat kualitas super komoditas pertaniannya, pasar Eropa mengungkap bahwa mereka hanya mau menerima vanili Bali.
Kepala Balai Karantina Denpasar, Terunanegara, mengungkapkan, potensi vanili di Bali khususnya di Jembrana memberikan prospek yang sangat luar biasa untuk peningkatan ekspor nantinya. Hal ini terlihat dari program petani Bali yaitu satu petani seribu pohon vanili. Targetnya program tersebut adalah untuk bisa mengimbangi kebutuhan pasar mancanegara yang terus meningkat, sehingga bisa meningkatkan ekspor. Dari data Iqfast karantina Denpasar, pada 2020 ekspor vanili dari Bali untuk pasar USA dan Eropa mencapai 30 ton.
Belum lama ini, pihaknya mengaku telah turun langsung ke perkebunan vanili yang ada di Jembrana, untuk meninjau langsung produksi vanili yang berpusat di kabupaten paling barat yang ada di Bali itu. Di sana luas kebun vanila petani memiliki luas sekitar 100 hektar dengan anggota petani 110 orang.
Saat berbincang dengan Ketua Kelompok Tani Bali Yeh Hembang Kauh Jembrana, Made Yudiana, diketahuinya petani di sana menjaga kualitas pertaniannya dengan sistem panen selektif polong bukan ruut/tandan, yaitu memetik vanila yang sudah matang saja. ‘’Pemetikan buah vanili dengan sistem panen selektif polong menjadikan vanili Bali dikagumi kualitasnya oleh pasar Eropa. Memang itu lebih memakan waktu lama di masa panen, tapi ternyata hasil panen ini yang memberikan kualitas super yang dicari pasar mancanegara, dan kita bisa bersaing harga mahal,’’ paparnya.
Berkaca dari hal itu, kerjasama petani dan karantina sangat penting terjalin dengan baik. Sebab, selain peningkatan produksi dan kualitas, penambahan pasar juga mutlak dilakukan. Pihaknya di Balai Karantina akan terus berupaya mencarikan pasar-pasar baru komunitas pertanian itu, sehingga petani tetap semangat berproduksi dan tahu ke mana pemasarannya. Hal itu untuk menyeimbangkan antara produksi dan distribusi, sehingga tidak ada penumpukan hasil panen yang nantinya bisa menjatuhkan harga. gay
























