Elektabilitas Airlangga Tertinggi di Survei PSI, Bappilu Golkar Gencarkan Sosialisasi

DEWA Made Widnyana Nida. Foto: hen

DENPASAR – “Menghilang” dalam hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Februari lalu, elektabilitas Airlangga Hartarto justru melejit menurut Panel Survey Indonesia (PSI). Berdasarkan hasil survei PSI, Ketua Umum Partai Golkar tersebut muncul sebagai calon presiden dengan perolehan suara tertinggi, bahkan mengalahkan Prabowo Subianto.

Wakil Koordinator Bappilu Wilayah Bali DPP Partai Golkar, Dewa Made Widnyana Nida, selain gembira, juga akan memakai hasil survei itu untuk kian menggencarkan sosialisasi Airlangga.

Bacaan Lainnya

“Hasil survey Panel Surya Indonesia (PSI), yang menempatkan Pak Airlangga Hartarto sebagai calon presiden dengan perolehan suara tertinggi, ini jelas sangat membanggakan. Hal itu menunjukkan masyarakat saat ini semakin cerdas dalam memilih figur pemimpin. Apalagi beliau pernah bekerja di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, yang tentu menjadi nilai plus di mata masyarakat,” ucapnya saat dimintai tanggapan, Kamis (10/3/2022).

Dikutip dari www.inilah.com edisi Kamis (10/3/2022), Direktur Exekutif PSI, Andri Gunawan, menjelaskan rasionalisasi masyarakat terhadap sosok pemimpin pengganti Jokowi, sebanyak 91,3 persen ingin calon yang pernah bekerja di pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. 98,7 persen responden ingin calon yang terbukti kerja dan dirasakan dampaknya, terutama bidang perekonomian, oleh masyarakat. 67,9 persen responden lebih memilih calon yang pernah atau sedang bekerja di pemerintahan tingkat pusat, dan 32,1 persen di tingkat daerah.

Baca juga :  Re-Opening Monkey Forest, Wagub Cok Ace Minta Terapkan Prokes Secara Ketat

Ketika ditanyakan kepada 2.124 responden tentang siapa calon presiden yang akan dipilih jika pemilu diadakan hari ini, Airlangga Hartarto dipilih sebanyak 18,2 persen. Elektabilitasnya melampaui Prabowo Subianto yang 15,4 persen, dan Ganjar Pranowo (8,9 persen).

Di posisi berikutnya ada nama Gatot Nurmantyo (5,2), Dudung Abdurrahman (5,1), Moeldoko (4,3), Anies Baswedan (4,1), Andika Perkasa (3,7), Sri Mulyani (3,6), Khofifah Indar Parawansa (3,4), Agus Harimurti Yudhoyono (2,8), Sandiaga Salahudin Uno (2,7), Puan Maharani (2,4), Muhaimin Iskandar (1,7), Erick Thohir (1,4), Ridwan Kamil (1,3), dan sebanyak 15,8 persen responden tidak memilih.

Menurut Dewa Nida, publik saat ini sudah tahu bagaimana kinerja Airlangga di Kabinet Kerja Jilid 2. Rekam jejak Airlangga sebagai Menko Perekonomian nyata-nyata dijalankan untuk memperbaiki tingkat kehidupan rakyat. Airlangga pula diklaim sangat ideal menjadi capres dan menjadi favorit di tengah masyarakat, sehingga elektabilitasnya mampu mengungguli figur-figur lainnya.

“Yang pasti Golkar berkomitmen memenangkan beliau dalam Pilpres 2024. Namun, hasil survei yang baik ini tak boleh membuat lengah. Justru survei ini akan kami buat untuk memacu kerja partai, juga makin menggencarkan sosialisasi ke rakyat,” tegas politisi asal Klungkung tersebut.

Kembali ke hasil survei PSI, Andri berkata PSI juga melakukan simulasi pasangan capres–cawapres kepada 1.816 responden. Hasilnya, 38,2 persen memilih pasangan Airlangga Hartarto-Ganjar Pranowo, diikuti Prabowo Subianto–Anies Baswedan (28,9), Prabowo Subianto–Puan Maharani (19,2), Andika Perkasa–Anies Baswedan (10,2). “Sementara responden yang tidak memilih sebanyak 3,5 persen,” jelasnya.

Baca juga :  Wawali Arya Wibawa - Komisi X DPR RI Bahas Pemulihan Pariwisata dan Zona Hijau Sanur

Dengan simulasi pertanyaan tertutup memakai kuesioner kepada 2.124 responden, Partai Golkar di urutan pertama dengan dipilih 23,4 persen, PDIP (18,9), dan Gerindra (12,8). Selanjutnya Demokrat (7,3), Nasdem (6,2), PKB (4,3), PKS (4,2), PAN (1,7), PPP (1,1). “Partai lainnya di bawah 0,1 persen dan tidak memilih 19,1 persen,” urainya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.