Eksepsi Ditolak, Jerinx Tetap Ditahan, Diminta Berpakian Sopan Saat Sidang Tatap Muka

  • Whatsapp
SEBAGIAN pendukung Jerinx saat melakukan aksi di PN Denpasar, Selasa (6/10/2020). Dalam putusan sela, eksepsi Jerinx ditolak oleh majelis hakim. Foto: gab
SEBAGIAN pendukung Jerinx saat melakukan aksi di PN Denpasar, Selasa (6/10/2020). Dalam putusan sela, eksepsi Jerinx ditolak oleh majelis hakim. foto: gab

DENPASAR – Pupus harapan, I Gede Ary Astina alias Jerinx untuk lepas dari jeruji besi Rutan Polda Bali setelah majelis hakim menolak permohonan penangguhan penahanan. Tidak hanya itu, majelis hakim juga menolak eksepsi atau nota keberatan dari tim penasihat hukum dari drummer grup band Superrman Is Dead (SID) dalam putusan sela, Selasa (6/10/2020).

Dalam putusan sela, majelis hakim yang diketuai, Ida Ayu Nyoman Adnya Dewi, menolak tujuh poin keberatan yang disampaikan tim penasihat hukum terdakwa berusia 43 tahun yang disampaikan dalam sidang sebelumnya. Majelis hakim menilai, eksepsi yang diajukan sudah memasuki pokok perkara, sehingga harus dilanjutkan pada pembuktian.

Bacaan Lainnya

“Mengadili, satu menyatakan eksepsi atau keberatan penasihat hukum tidak dapat diterima” tegas hakim Adnya Dewi dalam sidang yang berlangsung secara daring, Selasa.

Hakim dalam putusan selanya menyatakan, tidak bisa menerima eksepsi pengacara yang mengatakan surat dakwaan terdapat berbagai kekeliruan, kekaburan, ketidakcermatan, ketidakjelasan, dan ketidaklengkapan. “Dakwaan JPU sudah lengkap dan jelas,” kata Adnya Dewi.

Hakim juga mementahkan eksepsi pengacara yang mempersoalkan kedudukan hukum/legal standing pengadu atau pelapor, Ketua IDI Bali, dr. Gede Putra Suteja. Sebelumnya pengacara menyebut pelapor tidak memiliki kedudukan hukum karena IDI Bali tidak merepresentasikan hukum dari Pengurus Besar IDI pusat.

Baca juga :  Dua Warganya Positif Covid-19, Banjar Adat Pekuwon “Sipeng” Tiga Hari

Selain itu, dokter Suteja selaku pengadu hanya mencantumkan tanda tangan dari pemberi kuasa. Tidak ada mencantumkan tanda tangan penerima kuasa. Tidak ditandatanganinya surat kuasa oleh penerima kuasa menunjukan surat kuasa yang digunakan oleh Suteja cacat formil. “Karena itu, masalah legal standing pengadu harus dibuktikan dalam persidangan,” tukas hakim.

Begitu juga poin lain dalam eksepsi sudah masuk pokok materi, sehingga harus dibuktikan dalam persidangan. “Memerintahkan penuntut umum melanjutkan pembuktian dengan pemeriksaan saksi-saksi pada persidangan mendatang,” pungkas hakim senior PN Denpasar itu.

Selain tidak mengabulkan eksepsi, hakim juga menolak penangguhan penahanan Jerinx. Sehingga selama persidangan, suami Nora Alexandra itu masih tetap meringkuk di dalam penjara. 

Namun, hakim sedikit memberikan angin segar pada Jerinx. Hakim memutuskan sidang berikutnya digelar secara luar jaringan (luring) atau offline. Sidang tatap muka langsung merupakan impian Jerinx dan tim penasihat hukumnya. Mereka menyebut sidang daring tidak efektif karena kerap mengalami gangguan audio.

Hakim menyebut sidang luring tidak semata permintaan terdakwa. Ada beberapa pertimbangan sidang digelar luring. Yakni sidang pidana bertujuan mencari kebenaran materiil.  “Melihat perkembangan persidangan dan kasuistik, maka persidangan digelar offline. Namun, harus disepakati tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh hakim Adnya. 

Hakim juga mengingatkan terdakwa Jerinx agar menghormati persidangan dengan menggunakan pakaian sopan. Ini karena selama persidangan yang berlangsung daring, Jerinx selalu menggunakan kaus oblong dan celana pendek. “Terdakwa juga harus menggunakan pakaian yang sopan,” kata hakim yang kemudian disanggupi Jerinx.

Baca juga :  Hingga April Ada 832 Kasus DBD di Denpasar, Diskes Minta Masyarakat Lakukan Ini

Sementara JPU Otong Hendra Rahayu sepakat dengan sidang luring. Namun demikian, tersirat ada kekhawatiran dari JPU dengan keberadaan pendukung Jerinx.

“Kami memohon kepada pengacara dan terdakwa agar pendukung atau fans Jerinx ini bisa tertib di luar persidangan, tidak hanya di dalam persidangan tapi juga di luar persidangan, agar fans tetap tertib,” kata Otong. 

Hal itu ditanggapi oleh I Wayan “Gendo” Suardana selaku koordinator pengacara Jerinx. “Soal tertib di persidangan kami sudah pasti. Kalau (pendukung Jerinx) di luar persidangan, kan sudah ada aturan berlaku. Jadi penuntut umum tidak usah itu (khawatir),” sentil Gendo.

“Sederhana saja, kalau dikhawatirkan (pendukung Jerinx tidak tertib), dukung saja kami meminta penangguhan penahanan,” sindirnya yang tidak ditanggapi jaksa.

Tim pengacara juga menanyakan penangguhan penahanan Jerinx. Hakim menyatakan permohonan penangguhan penahanan tidak dapat dikabulkan. “Karena masih dibutuhkan untuk pemeriksaan, maka tetap ditahan,” tegas hakim.

Gendo dan Jerinx terdiam sejenak. “Berarti penangguhan penahanan kami tidak diterima?” tanya Gendo lagi. “Iya,” jawab hakim Adnya Dewi.  009

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.