BANGLI – Sarana olahraga lapangan Kapten Mudita, Bangli kini kondisinya memprihatinkan. Padahal lokasi lapangan ini sangat strategis, tapi sebagian sarana dan prasarana olahraga banyak yang tak berfungsi. Bahkan ada rusak berat tanpa tersentuh perbaikan.
Pantauan di lapangan, banyak pagar pembatas lapangan yang dipasang saat Bangli menjadi tuan rumah Porprov Bali rusak. Sarana untuk tolak peluru pagarnya rebah. Teka-teki tidak pernah digunakannya arena panjat tebing di pojok selatan Lapangan Kapten Mudita, akhirnya terkuak.
Lewat penelusuran KONI Bangli, ternyata arena panjat tebing itu sangat keropos, sehingga bisa membahayakan atlet. Diduga keroposnya papan panjat tebing ini akibat kualitas pengerjaan kurang baik. Fiberglas papan sangat rapuh, sehingga mudah lepas saat digunakan latihan. Papan panjat tebing yang dibangun dengan anggaran ratusan juta itu rusak berat, beberapa bagian bangunan ditumbuhi pohon beringin. Tempat pegangan dan pijakan atlet juga banyak terlepas.
Kabag Umum Setda Bangli, I Made Mahindra Putra, yang dimintai tanggapan, Jumat (23/10/2020) berkata, perbaikan lapangan Kapten Mudita, masih menunggu kepastian dari pengelolanya mau ditangani instansi mana. Sebab, selama ini penggunaan aset terdiri dari beberapa OPD. Misalnya untuk panggung, asetnya dimiliki Disparbud; untuk taman di bawah kendali DLH, untuk pagar pembatas lapangan asetnya tercatat milik Dinas PU. Sementara untuk papan panjat tebing dan arena tolak peluru dimiliki KONI Bangli.
“Untuk perbaikan, kami masih menunggu kepastian aset itu akan bernaung di bawah OPD. Bupati Bangli sempat mewacanakan untuk menjadikan lapangan Kapten Mudita sebagai taman rekreasi,” jelasnya. 028
























