DPRD Bangli Dorong Pemerintah Lebih Serius Tangani Corona

  • Whatsapp
SIDANG pemandangan umum fraksi di DPRD Bangli terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Bangli 2020 digelar, Selasa (29/9/2020). Foto: gia
SIDANG pemandangan umum fraksi di DPRD Bangli terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Bangli 2020 digelar, Selasa (29/9/2020). Foto: gia

BANGLI – Sidang pemandangan umum fraksi di DPRD Bangli terhadap Ranperda tentang Perubahan APBD Bangli 2020 digelar, Selasa (29/9/2020). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD Bangli, I Nyoman Budiada; didampingi Komang Carles, sedangkan Sekda Ida Bagus Gede Giri Putra mewakili eksekutif.

Fraksi Restorasi Hati Nurani dengan juru bicara I Ketut Guna menyampaikan masukan agar pemerintah memberi insentif kepada para petugas jenazah Covid-19 atau Corona. Fraksi Golkar dengan juru bicara I Nyoman Basma memberi mandat kepada Bupati untuk melakukan realokasi anggaran. Empat kali refokusing anggaran ternyata tidak mampu menghentikan penyebaran Corona. Karena itu Golkar mendorong Bupati lebih serius dalam penanganan, juga penyediaan anggaran yang mencukupi sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam posisi tatanan kehidupan baru, sambungnya, kesadaran masyarakat juga perlu lebih efektif dengan selalu diberi edukasi hidup sehat. Hal itu perlu digemakan agar masyarakat lebih memahami dan waspada penyebaran virus Corona. Terkait ekonomi, Bupati didorong secepatnya melakukan pemulihan ekonomi masyarakat.

Fraksi Demokrat dengan juru bicara I Made Krishnawa berharap belanja daerah difokuskan kepada penanggulangan penyebaran Corona, khususnya di bidang kesehatan. Hal itu juga berpengaruh kepada dunia pendidikan, misalnya pembelajaran harus lewat daring. Ini berdampak kendala yang dialami pendidik, anak didik, serta orangtua siswa. Untuk itu, sebutnya, pemerintah wajib mencari solusi dan mengambil langkah-langkah yang konstruktif terhadap persoalan dunia pendidikan pada masa pandemi.

Baca juga :  Wifi Sekolah Lemot, Siswa SMP Satap Pejukutan Belajar di Pinggir Kantor Desa

Dia juga menyinggung banyaknya tenaga kesehatan terpapar Corona, dan beratnya beban serta tugas mereka. Juga ada fenomena masyarakat trauma dan enggan memeriksakan diri ke tempat layanan kesehatan akibat takut ditetapkan terjangkit Corona. “Mohon penjelasan langkah apa yang diambil pemerintah terhadap persoalan tersebut,” serunya.

Fraksi PDIP dengan pembicara Sang Nyoman Wijaya berpendapat, pandemi di Indonesia pada umumnya dan di Bangli khususnya menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Faktanya, cetus Wijaya, penanganan bidang kesehatan oleh Pemkab Bangli belum optimal. Untuk itu belanja di bidang kesehatan mesti menjadikan penanganan Corona sebagai skala prioritas.

“Pembahasan rancangan perubahan APBD tahun 2020 kami harap berdasarkan pemikiran-pemikiran yang terukur, ketersediaan anggaran, serta dengan pertimbangan referensi hukum yang jelas,” sarannya. 028

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.