POSMERDEKA.COM, TABANAN– Angin kencang yang masih menerpa dan disertai hujan deras mengakibatkan dua pohon tumbang dan tanah longsor di Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Senin (10/2/2025). “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun ada kerugian material dari pohon tumbang yang menimpa sebuah warung dan garasi milik warga setempat,” ungkap Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Nyoman Artadana.
Pohon suar tumbang menimpa garasi dan melintang menutup badan jalan lama Pucuk-Gadungan di Desa Bantas. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 Wita itu, bersamaan saat hujan deras disertai angin kencang.
Menurut saksi Sugiono (68), yang ketika itu bersama istrinya, Sundari (65), berjualan di warung kontrakan milik Ketut Sugiasa (55), mendengar suara dentuman keras. Mereka kemudian mengecek keluar dan melihat pohon suar tumbang melintang di tengah jalan lama, sehingga menutup arus lalu lintas Pucuk-Gadungan. Beberapa cabang dan ranting pohon tersebut menimpa bangunan garasi milik I Made Suardana (59), juga atap dan emperan warung milik Sugiasa.
“Saya bersama beberapa personel mendatangi TKP, dan melaksanakan pengaturan arus lalin, yaitu dengan mengalihkan arus lalin ke jalur alternatif, mengingat pohon yang tumbang melintang atau menutup jalan lama tersebut,” ujar AKP Artadana, seraya menyebut pohon yang tumbang berukuran tinggi sekitar 15 meter, dengan diameter 75 sentimeter, berusia sekitar 100 tahun.
Terkait peristiwa tersebut, Kapolsek Seltim melaksanakan koordinasi dengan Kalaksa BPBD Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, guna penanganan lebih lanjut. Pohon tersebut tumbang diduga karena akar tergerus air dan tidak kuat menahan batang dan dedaunan, juga karena cuaca ekstrem dengan curah hujan yang tinggi disertai angin kencang.
Sekitar 200 meter dari lokasi tersebut, menyusul terjadi tanah longsor beserta pohon bunut kresek tumbang melintang hingga menutup jalan umum. Tanah yang longsor milik warga setempat, I Made Ratnadi.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.15 Wita itu, bersamaan ketika Bhabinkamtibmas Desa Bantas, Aiptu I Wayan Kariada bersama personel Polsek Seltim, yang dipimpin Kapolsek AKP Artadana, sedang melaksanakan penanganan pohon tumbang di Simpang Pucuk-Gadungan. Mereka sempat mendengar suara gemuruh di arah utara yang berjarak sekitar 200 meter. Setelah dicek, terjadi tanah longsor di tebing setinggi sekitar 15 meter dan lebar 10 meter. Tanah longsor terjadi beserta sebuah pohon bunut kresek yang tumbang.
Longsoran tanah beserta pohon bunut kresek yang tumbang itu mengakibatkan badan jalan tertutup total, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. Di tempat itu kemudian dipasang tanda larangan untuk melintas, dan petugas di lapangan mengalihkan arus lalin ke jalur alternatif.
Kejadian itu pun telah dikoordinasikan dengan BPBD Tabanan, guna penanganan lebih lanjut. “Tanah yang longsor itu diduga karena kondisi tanah labil, juga tergerus air karena curah hujan yang tinggi disertai angin kencang,” terang Artadana. gap
























