Diskop dan UMKM Denpasar Dorong Koperasi ‘’Go Digital’’

  • Whatsapp
KEPALA Diskop dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena, memasang tanda peserta sekaligus membuka diklat penggunaan IT, Senin (2/11/2020). Foto: ist
KEPALA Diskop dan UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena, memasang tanda peserta sekaligus membuka diklat penggunaan IT, Senin (2/11/2020). foto: ist

DENPASAR – Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Kota Denpasar mendorong koperasi go digital. Saat ini koperasi harus memberikan layanan cepat, aman, dan tranparansi bagi para anggota.

Penegasan itu disampaikan Kepala Diskop dan UMKIM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadharma Sena, di sela-sela membuka pendidikan dan pelatihan (diklat) penggunaan informasi teknologi (IT) yang diikuti 35 orang pengurus koperasi se-Kota Denpasar, di Gedung Madu Sedana Sanur, Senin (2/11/2020). Diklat berlangsung selama lima hari.

Bacaan Lainnya

Erwin mengatakan, diklat tersebut pada dasarnya bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus koperasi terkait pentingnya penggunaan IT terlebih saat menghadapi tantangan hidup era baru saat ini. Perubahan yang terjadi, menurutnya harus mampu diikuti termasuk oleh koperasi yang dulunya masih memakai pola konvensional, saat ini diharuskan mengikuti sistem baru untuk memberikan layanan cepat, aman dan tranparansi bagi para anggota.

Selain itu, meningkatkan daya saing pada era digitalisasi ini.  ‘’Digitalisasi jadi sebuah keharusan. Mau tidak mau, suka tidak memang harus diikuti karena perkembangan zaman harus kita lalui,’’ ucapnya.

Pandemi covid-19 ini, dikatakan Erwin, menjadi moment yang tepat untuk mendorong koperasi beralih ke teknologi digital. Terutama dalam meminimalisir pertemuan dan jaga jarak antaranggota koperasi.

Baca juga :  Catat! Pemprov Bali Gratiskan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor

‘’Digitalisasi koperasi memang menjadi agenda kami untuk mengarahkan koperasi mengikuti penggunaan IT dalam pengelolaanya. Langkah ini juga sebagai upaya menambah kepercayaan masyarakat terhadap koperasi,’’ sebutnya.

Beberapa koperasi di Denpasar, kata Erwin, telah menggunakan teknologi digital dalam operasionalnya. Namun beberapa di antaranya juga ada yang belum, sehingga diklat ini menjadi upaya mendorong koperasi yang belum untuk menuju ke digital.

“Teknologi yang digunakan tidak perlu yang mahal ataupun bagus. Terpenting sesuai dengan yang dibutuhkan dan kemampuan masing-masing koperasi,” terangnya.

Ketua Panitia Diklat IT, sekaligus Kepala Bidang Pengawasan Diskop dan UMKM Kota Denpasar, IGA Yoni, menyatakan, diklat IT ini juga dilatar belakangi dampak ekonomi yang sangat dirasakan semua pelaku usaha pada masa pandemi Covid-19, telah mengubah pola layanan kepada masyarakat diantaranya belanja daring, transaksi nontunai digital, promosi daring dan semua menuntut layanan yang serba cepat, mudah, dan murah.

Dengan begitu semua pelaku usaha termasuk gerakan koperasi harus siap memasuki gerbang persaingan digital dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk menciptakan inovasi dan era adaptasi kebiasaan baru.

‘’Untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen yang kuat dari seluruh pengurus dan pengelola koperasi dalam merancang inovasi pemanfaatan IT diperlukan diklat IT ini,” ungkapnya.

Diklat IT selama lima hari ini terbagi menjadi dua kegiatan; yaitu pemahaman teori selama tiga hari dan studi tiru ke beberapa koperasi yang telah berinovasi selama dua hari. Sementara untuk pemeteri, mendatangkan pemateri yang kompeten dibidangnya. tra

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.