Bank BPD Bali Raih Platinum Iconomics Top Bank Award 2020

  • Whatsapp
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. Foto: ist
DIREKTUR Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma. foto: ist

DENPASAR – Dunia perbankan saat ini turut tergoncang akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia. Dalam situasi seperti ini dibutuhkan kekuatan perbankan dalam menjaga kepercayaan kepada masyarakat.

Dinilai tetap tampil prima sebagai salah satu bank milik pemerintah daerah, Bank BPD Bali tunjukkan kinerja terbaiknya. Berdasarkan penilaian melalui Iconomics Top Bank Award 2020, terhadap 110 bank yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penilaian dilakukan berdasarkan data kinerja keuangan perbankan yang terpublikasi, baik yang tersedia di situs OJK maupun masing-masing bank dan sumber lainnya. Alhasil didapat daftar Iconomics Top 50 Bank 2020.

Bacaan Lainnya

Bank BPD Bali salah satu di antaranya yang keluar sebagai bank kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU 2), yang meraih penghargaan platinum dari Iconomics Top Bank Award 2020. ‘’Penilaian Tingkat Kesehatan Bank (TKB) adalah hasil penilaian kondisi bank yang dilakukan terhadap risiko dan kinerja bank,’’ kata Founder & CEO Iconomics, Bram S. Putro di Jakarta, Rabu (28/10/2020). 

Bram menambahkan, dalam kondisi perbankan yang sedang menghadapi tantangan ini apresiasi untuk dunia perbankan tetap dibutuhkan untuk menunjukkan ketahanan fundamentalnya dalam menghadapi tantangan di era pandemi yang terjadi saat ini. Penghargaan tersebut diharapkan dapat memberikan semangat kepada pelaku perbankan sebagaii agen utama percepatan pembangunan ekonomi nasional.

Baca juga :  Di Tengah Pandemi, Desa Adat Tanjung Benoa Dirikan Tenten Mart

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, SH.MH., mengatakan, sangat bangga mampu menunjukkan capaian kinerja bank kepada nasabah. Karena menurutnya penilaian yang di lakukan Iconomics didahului seleksi awal dari capaian dan analisa kinerja keuangan bank berdasarkan indikator profitabilitas, kualitas aset, likuiditas, efisiensi, dan permodalan selama lima tahun terakhir.

Ditambahkannya sebelum mengumumkan Top 50 Bank 2020, ia juga menjelaskan telah melewati analisa lanjutan untuk mendapatkan peringkat bank terbaik dengan melakukan penilaian dan pembobotan berdasarkan kelompok bank. ‘’Bank terbaik dikelompokkan berdasarkan nilai akhir yang dikelompokkan. Bersyukur kita masuk kategori platinum nilai 75 sampai100,’’ jelas Sudharma di Denpasar, Senin (2/11/2020).

Sementara itu, terkait Program Pemuliihan Ekonomi Nasional (PEN), Sudharma mengakui untuk penempatan uang negara tersebut hingga hingga 15 Oktober 2020 dari dana yang ditempatkan sebesar Rp700 miliar, sudah terealisasi Rp1,171 triliun. Sudharma melanjutkan, realisasi tersebut dibagikan ke sektor UMKM sebesar Rp612 miliar dan non-UMKM Rp559 miliar. Tentunya dengan merealiasasikan kredit dan adanya stimulus kepada dunia usaha dari pemerintah, pihaknya sangat berharap bisa menggairahkan perekonomian Bali yang nantinya bisa menjadi lebih baik dari triwulan II.

‘’Untuk bisa menjalankan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, kami akan berkomitmen menambahkan dua kali target. Dimana awalnya kami mendapatkan Rp700 miliar akan menjadi Rp1,4 triliun dan kami harapkan pada Desember 2020 sudah bisa terpenuhi,’’ jelas Sudharma.

Baca juga :  Wayan Wita, Guru SDN 4 Benoa Sabet Prestasi Nasional

Sudharma juga sangat optimis bisa memenuhi target. Pasalnya, sekarang ini kondisinya sudah berjalan baik, bahkan pada Oktober 2020 sudah tercapai 128 persen. Selain itu juga, pihaknya dalam Program PEN di luar penempatan uang negara, Bank BPD Bali memberikan pendampingan kepada UMKM terutama pada nasabah KUR untuk mendapatkan tambahan subsidi bunga 6 persen, sedangkan non-KUR mendapatkan 3 persen sampai Desember 2020.

”Saat ini kami ada KUR Super Mikro dengan bunga 0 persen yang bersubsidi diutamakan untuk karyawan yang terkena PHK, serta ibu rumah tangga yang mempunyai usaha produktif dengan platfoarm sampai Rp10 juta. Dan, kami juga menargetkan sampai Desember 2020 akan salurkan Rp15 miliar,’’ ungkapnya, seraya menjelaskan KUR Super Mikro ini, sebagai upaya Bank BPD Bali membantu Pemprov Bali untuk pemulihan perekonomian. Bahkan KUR Super Mikro ini bisa digunakan dengan tanpa jaminan. 016

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.