Digempur “Multinasional”, Massker Pede Pertahankan Kekuasaan

  • Whatsapp
SUGAWA Korry bersama IGA Mas Sumatri-Made Sukerana saat evaluasi Pilkada Karangasem. Foto: Ist
SUGAWA Korry bersama IGA Mas Sumatri-Made Sukerana saat evaluasi Pilkada Karangasem. foto: Ist

KARANGASEM – Paslon nomor urut 2 Pilkada Karangasem, IGA Mas Sumatri-Made Sukerana (Massker), tetap percaya diri (pede) menghadapi gelombang gempuran lawan. Meski lawan diperkuat dengan kekuatan “multinasional” atau keroyokan yang digalang PDIP seluruh Bali, pemilih tradisional diyakini tetap loyal untuk memenangkan Sumatri untuk periode kedua. Penegasan itu dilontarkan Ketua DPD Partai Golkar Bali, I Nyoman Sugawa Korry, Senin (26/10/2020).

“Kami melihat dan mencermati, gempuran multinasional di Karangasem tidak banyak berpengaruh terhadap kemenangan Massker di Karangasem. Kondisi itu karena pondasi benteng pertahanan Massker sangat kokoh dan berlapis,” ulas Sugawa.

Bacaan Lainnya

Optimisme itu, terangnya, bukan tanpa alasan. Kata dia, benteng pertahanan itu dibangun berkat keberhasilan pembangunan Karangasem ketika Sumatri mengampu jabatan Bupati sejak 2015. Masyarakat Karangasem, imbuhnya, dinilai sangat paham dan merasakan dampak positif dari kebijakan serta program pembangunan di segala bidang.

Persepsi positif itu, dilapisi dan diperkuat dengan kerja keras dari 30 anggota DPRD dari lintas partai yang masuk dalam koalisi besar pengusung Massker. Belum lagi suntikan kerja keras dari para relawan yang dinakhodai Gusti Made Tusan.

“Kami juga mendapat dukungan dari figur Pak Wayan Geredeg. Semua itu adalah komposisi pertahanan yang sulit ditembus, sekaligus melindungi serta mengawal kemenangan Massker dalam Pilkada Karangasem 2020,” urai Wakil Ketua DPRD Bali tersebut.

Baca juga :  Disdikpora Denpasar Minta Sekolah Perketat Keamanan

Terkait pengaruh Geredeg sebagai mantan Bupati Karangasem dua periode dalam kontestasi ini, Sugawa menegaskan sangat signifikan. Bagi dia, gabungan dari kekuatan Gusti Made Tusan dan Geredeg sangat memompa semangat Massker serta tim pendukung. Singkat kata, kemenangan Massker hanya masalah waktu belaka.

Golkar aktif mengamplifikasi angin perubahan dalam pilkada di Bali, tidak khawatir pesan itu berimplikasi juga untuk terjadi suksesi di Karangasem? “Oo tidak, maksudnya kan tidak begitu. Makna perubahan yang diinginkan masyarakat itu adalah perubahan ketika sudah lebih dari 10 tahun, bahkan sampai 20 tahun. Kalau Bu Mas Sumatri kan baru lima tahun,” kelitnya sembari terkekeh menandaskan. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.