Diah Srikandi Nakhodai Komisi III DPRD Bali, Adhi Ardhana Terganjal Tatib

  • Whatsapp
DIAH Srikandi bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Ketut Juliarta, usai rapat paripurna DPRD Bali yang digelar secara virtual, Senin (20/4/2020). Foto: ist
DIAH Srikandi bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bali, Ketut Juliarta, usai rapat paripurna DPRD Bali yang digelar secara virtual, Senin (20/4/2020). Foto: ist

DENPASAR – Wakil Ketua Komisi III DPRD Bali, IGA Diah Werdhi Srikandi, naik kelas menjabat Ketua Komisi III menggantikan seniornya, I Kadek Diana, yang kena sanksi partai karena dugaan kasus asusila. Nama Diah diumumkan sebagai nakhoda baru Komisi III dalam rapat paripurna DPRD Bali yang digelar secara virtual, Senin (20/4/2020). Namun, dia akan memimpin komisi infrastruktur, perhubungan, ESDM, kehutanan, dan lingkungan hidup sampai 1 Oktober 2020.

Terpilihnya Diah sebagai pengganti Kadek Diana ini cukup mengejutkan. Sebab, pada 14 Maret lalu, DPD PDIP Bali sudah memutuskan anggota Komisi II DPRD Bali, AA Ngurah Adhi Ardhana, sebagai Ketua Komisi III menggantikan Kadek Diana. Nama Adhi Ardha juga sudah diajukan resmi ke DPRD Bali. Sayang, Adhi Ardhana urung menjabat Ketua Komisi III karena terganjal tata tertib (tatib) DPRD Bali.

Bacaan Lainnya

Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, menyebut ada dua ketentuan yang menyebabkan Adhi Ardhana belum bisa mengganti Kadek Diana. Pertama, untuk pergantian pimpinan komisi, yang bersangkutan harus sudah menjadi anggota komisi tersebut paling singkat satu tahun. Kedua, tatib tidak membolehkan ada pergantian pengisian anggota komisi dan AKD lainnya sebelum satu tahun. Artinya, Adhi Ardhana yang belum setahun menjadi anggota Komisi II tidak bisa dipindahkan ke Komisi III, karena baru 1 Oktober 2020 genap setahun masa keanggotaan di komisi dan AKD lainnya di DPRD Bali. Komposisi komisi dan AKD lainnya ditetapkan pada 31 Oktober 2019.

Baca juga :  Peran PMI Penting dalam Kepedulian Antarsesama

Dengan adanya tatib tersebut, DPD PDIP kemudian menunjuk Diah sebagai Ketua Komisi III dengan tetap merangkap jabatan Wakil Ketua Komisi III hingga 1 Oktober 2020. “Ini proses di Dewan, bukan ranah fraksi, bukan ranah partai. Kami taat itu, sehingga Fraksi memutuskan untuk memberikan posisi ini, tanggung jawab ini kepada Wakil Ketua menjadi Ketua Komisi III dengan merangkap Wakil Ketua sampai 1 Oktober 2020,” sebut politisi yang akrab disapa Dewa Jack itu.

Soal masa jabatan Diah dibatasi sampai 1 Oktober mendatang atau kurang lebih 5,5 bulan, Dewa Jack menjelaskan setelah 1 Oktober nanti DPD PDIP Bali akan kembali mengajukan Adhi Ardhana menjadi Ketua Komisi III. Sesuai tatib, keanggotan Komisi di DPRD Bali sudah setahun dan dimungkinkan untuk perubahan komposisi keanggotaan komisi. “Karena itu kami memberikan surat kepada lembaga Dewan bahwa yang menjadi Ketua Komisi adalah Ibu Diah sampai 1 Oktober 2020,” pungkasnya.

Diah Srikandi yang dimintai komentar di kesempatan terpisah menuturkan, dia sangat bersyukur dengan kepercayaan yang diberi pimpinan partai dan pimpinan DPRD Bali. Pun kolega di fraksi dan Komisi III. Untuk dia pribadi, mengampu Ketua Komisi menjadi kado spesial di Hari Hartini yang diperingati sebagai bentuk emansipasi perempuan setiap 21 April. Penunjukan ini juga sebagai bukti perempuan bisa memimpin dan ada kesempatan untuk memimpin. “Tapi tentu harus dibarengi dengan kinerja dan kualitas yang baik. Di DPRD Bali sudah terbukti perempuan juga mendapat kepercayaan memimpin komisi,” ucapnya senang. 010/hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.