Di Tengah Pandemi, Penumpang Pesawat di Bandara Lombok Membeludak

  • Whatsapp
PARA penumpang di BIL terlihat tengah duduk menunggu panggilan masuk ke pesawatnya, Kamis (15/10/2020). Foto: ist
PARA penumpang di BIL terlihat tengah duduk menunggu panggilan masuk ke pesawatnya, Kamis (15/10/2020). Foto: ist

MATARAM – Masih tingginya angka penyebaran dan penularan Covid-19 di Indonesia, ternyata tidak membuat angka penumpang pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL) menurun. Justru sebaliknya, angka penumpang malah naik dan terlihat membludak.

Berdasarkan data yang terkumpul, pada Juli hingga September 2020, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba di BIL tercatat sebanyal 204.632 penumpang, sedangkan pada April hingga Juni 2020 hanya ada sekitar 50.203 penumpang, atau tumbuh sebesar 307,6 persen.

Bacaan Lainnya

Selain itu, jika pada Triwulan II 2020 tercatat ada sekitar 923 pergerakan pesawat, maka pada Triwulan III 2020 terpantau ada 2.904 pesawat yang mendarat dan lepas landas dari bandara.

“Itu artinya, memang ada peningkatan penumpang dan pergerakan pesawat yang jelas naik lebih dari tiga kali lipat pada Triwulan III 2020 dibandingan triwulan sebelumnya,” ujar General Manager PT Angkasa Pura I BIL, Nugroho Jati yang dihubungi melalui telpon selulernya, Kamis (15/10/2020).

Menurut dia, pergerakan kargo juga meningkat. Yakni, dari 712.610 kilogram pada April-Juni 2020. Kini, menjadi 2.177.850 kilogram pada periode Juli-September 2020, atau tumbuh setara 205,6 persen.

Rata-rata harian, pergerakan penumpang di BIL pada bulan September 2020 mengalami peningkatan 5,6 persen jika dibandingkan dengan rata-rata bulan Agustus 2020.

Baca juga :  KPU Badung “Meraba-raba” Format Debat Paslon Tunggal

“Pada September 2020 tercatat sebanyak 2.607 penumpang per hari, sementara pada Agustus hanya 2.469 penumpang. Sedangkan, pergerakan pesawat tumbuh mencapai 50 persen. Jika pada Agustus 2020 hanya ada 28 pergerakan pesawat per hari, pada September 2020 rata-rata ada 42 pergerakan pesawat per hari,” jelas Nugroho.

Ia mengakui, peningkatan signifikan jumlah penumpang dan pergerakan pesawat ini menandakan kepercayaan masyarakat mulai pulih di tengah pandemi.

Nugroho menegaskan, pulihnya kepercayaan masyarakat tidak lepas dari upaya PT Angkasa Pura II dan stakeholder yang mencanangkan Safe Travel Campaign guna memastikan protokol kesehatan dijalankan ketat di 19 bandara.

“Peningkatan penumpang dan penerbangan ini juga menunjukkan bahwa sektor penerbangan nasional memiliki peran signifikan dalam mendukung aktivitas dan perekonomian di Indonesia yang merupakan negara kepulauan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu penumpang, Boby Maramis mengaku, jika pihaknya puas dengan pelayanan yang dilakukan pihak AP I BIL hingga maskapai terkait penerapan protokol Covid-19.

Hanya saja, ia menyarankan agar kewajiban antri untuk menunjukkan sudah menungunduh aplikasi eHace seyogyanya perlu dikaji ulang.

Pasalnya, dengan mengantri tanpa adanya panduan protokol kesehatan, hal itu berpotensi akan menimbulkan klaster baru.

“Kita diminta mengunduh tapi di saat mengantri tidak di arahkan oleh petugasnya,” kata Boby Maramis pada posmerdeka.com, Rabu (14/10/2020) yang hendak berpergian ke Yogyakarta itu. 031

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.