Desa Petak Kaja Tanam Padi Organik 10 Hektar, Berharap Pendampingan Pemerintah

DESA Petak Kaja mulai menggarap pertanian organik. Foto: adi

GIANYAR – Desa Petak Kaja di Kecamatan Gianyar mulai menggarap pertanian organik. Untuk tahap awal, ada 10 hektar luasan pertanian organik. Hal itu diungkapkan Prebekel Desa Petak Kaja, I Nyoman Payu, Minggu (3/7/2022).

Payu yang juga Ketua Forom Prebekel Kabupaten Gianyar menguraikan, pengelolaan pertanian organik menggunakan 20 persen dari Dana Desa untuk dana ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

“20 persen ketahanan pangan itu berinovasi memberi sumbangsih kepada ketahanan pangan masyarakat. Berternak, pertanian maupun pembangunan fisik berkaitan ketahanan pangan,” jelasnya.

Di Petak Kaja, kata Payu, dana tersebut digunakan sesuai kondisi desa. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, dia meningkatkan perbaikan saluran irigasi dan jalan irigasi. Ada perubahan sistem dari pertanian, dan dia berharap ke depan pertanian murah. “Satu dua tahun ke depan dilakukan uji coba,” ungkapnya.

Bila unsur hara tanah baik, sambungnya, maka mencitrakan pertanian organik yang berkualitas. Dalam perubahan sistem ini tentu ada perubahan hasil. “Awalnya sekian ton, termasuk nanti disiplin masyarakat mengubah sistem,” sambungnya.

Melalui Perdes, dia menyebut akan mengubah sistem pertanian melalui badan usaha di desa. Selain itu, akan mengelola sampah yang berbasis sumber atau TPS3R untuk bisa menjadi pupuk organik.

“Kami berkaca dari Kecamatan Gianyar masih banyak desa punya lahan tani luas. Dari Kabupaten kami harap memberi peraturan untuk perlindungan kepada masyarakat, terutama pascapanen,” pintanya.

Untuk mengedukasi petani agar berubah ke organik, sebutnya, diakui bukan hal mudah. Perlu ada kesadaran dan pendampingan dari pemerintah bahwa bertani organik lebih meningkatkan hasil dan kesejahteraan.

Dia mengaku harus sabar ketika petani belum bisa menjalankan organik 100 persen, dan mendekati secara kekeluargaan. Bagi petani yang menggunakan organik diharap terus mempertahankan pola tersebut.

“Dari organik ini banyak hal bisa diubah, mulai pengelolaan sampah hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ekonomi berputar di masyarakat,” tutupnya. adi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses