GIANYAR – Selain dijadikan objek wisata, penataan sungai di Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, Bali, juga dilakukan untuk mengembalikan tradisi pengantin baru membuang mala dengan mandi di sungai. Hal itu dituturkan Perbekel Desa Peliatan, Made Dwi Sutaryantha, Minggu (15/11/2020).
Dia mengaku memiliki kenangan saat menikah dulu dengan menjalani tradisi tersebut di sungai, sebagaimana juga dilakukan orang-orang yang menikah pada era itu. Usai upacara menikah, sepasang pengantin turun ke sungai.
Dwi Sutaryantha saat itu memakai lampu strongking untuk ke sungai. “Istilahnya dengan upacara ngutang mala untuk membersihkan diri sebelum menapaki hidupgrahasta (berkeluarga),” jelasnya.
Hanya, belakangan tradisi itu mulai ditinggalkan warga setempat. Alasan pengantin baru ogah mandi di sungai bukan karena gengsi, melainkan air sungai tercemar dan banyak sampahnya. Untuk itu, saat ini desa dinas maupun desa adat secara gotong-royong menata aliran sungai guna mengembalikan tradisi tersebut di Desa Peliatan.
“Bukan gengsi mandi di sungai, masalah kebersihan sungai jadi penyebab utama tradisi mandi itu jarang digelar. Makanya mereka memilih menggelar tradisi itu hanya di kamar mandi,” sambungnya.
Pembersihan sungai mulai dijalankan warga Banjar Tengah, Banjar Teges Yangloni, dan banjar lainnya di Desa Peliatan. “Mereka membersihkan aliran sungai, bahkan penataan sedang berjalan. Selain itu masyarakat yang membuang sampah padat maupun cair juga sudah diedukasi terkait hal tersebut,” sebutnya menandaskan. 011
























