Program PEN Terumbu Karang Serap Ratusan Pekerja

  • Whatsapp
SEJUMLAH pekerja sibuk membuat struktur rumah terumbu karang buatan sebagai bagian program PEN Padat Karya melalui restorasi terumbu karang di Desa Baktiseraga. Foto: ist
SEJUMLAH pekerja sibuk membuat struktur rumah terumbu karang buatan sebagai bagian program PEN Padat Karya melalui restorasi terumbu karang di Desa Baktiseraga. Foto: ist

BULELENG – Ratusan orang pekerja dilibatkan dalam dalam pembuatan struktur rumah terumbu karang buatan di pantai penimbangan, Desa Baktiseraga, Buleleng. Seperti diketahui, pantai Penimbangan Desa Baktiseraga, menjadi salah satu lokasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Padat Karya melalui restorasi terumbu karang.

Program dari Kementerian Kelautan RI ini telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Selain untuk pelestarian terumbu karang, program ini juga untuk dapat membangkitkan perekonomian masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Sehingga, lewat program ini dapat menyerap para pekerja dari masyarakat.

Bacaan Lainnya

Program ini menggandeng Yayasan LINI Foundation yang bergerak di bidang konservasi terumbu karang. Alokasi dana yang dipakai dalam program ini mencapai Rp15 miliar dengan luas total rehabilitasi terumbu karang sekitar 4 hektar.

Koordinator tim wilayah Yayasan LINI, Kadek Pendi Wirawan, mengatakan, program ini untuk dapat menyerap tenaga kerja yang ada masing-masing desa terpilih. Khusus wilayah Buleleng, ada enam pantai yang menjadi lokasi program ini.

Yaitu, Pantai Penimbangan di Desa Baktiseraga, Pantai Happy di Desa Tukadmungga, Pantai Lovina di Desa Kalibukbuk. Kemudian, Pantai Pacung di Desa Pacung, Pantai Bondalem di Desa Bondalem, dan Pantai Les di Desa Tejakula.

Baca juga :  Terkait Pungut di Kawasan Wisata Kintamani, BPPBUGG dan Disparbud Bantah Tudingan Warganet

Untuk di Desa Baktiseraga, ada 300 orang pekerja dilibatkan dalam program ini. Sebagian besar mereka adalah masyarakat pesisir. ‘’Mereka diberdayakan pembuatan struktur rumah terumbu karang buatan,’’ kata Pendi Wirawan, belum lama ini.

Pembuatan struktur rumah terumbu karang buatan ini, kata Pendi Wirawan, sebagai media tumbuh terumbu karang yang dikonservasi di perairan pantai Penimbangan. Ada tiga jenis media tumbuh terumbu karang yang dibuat yaitu pisdom, roti buaya dan spider. Setiap media dibuat sebanyak 200 buah hingga 300 buah.

Para pekerja juga diberikan target penyelesaian pembuatan media terumbu karang selama 30 hari. Setelah selesai, struktur rumah terumbu karang buatan langsung dipindah dan diturunkan ke laut. ‘’Proses pemindahan ke laut, waktu sekitar 20 hari,’’ ujar Pendi Wirawan.

Sementara itu, Perbekel Desa Baktiseraga, Gusti Putu Armada, menyambut positif program PEN melalui restorasi terumbu karang di Desa Baktiseraga. Melalui program ini akan mampu membangkitkan perekonomian masyarakat. Sebab diakui Gusti Armada, banyak warga Desa Baktiseraga yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

‘’Jadi pekerja yang terdampak ini dibuat produktif lewat program ini. Para pekerja diberdayakan dengan diberikan pelatihan selama dua hari sebelum mulai pembuatan rumah terumbu karang buatan. Kami dari desa hanya untuk merekomendasikan pekerja dari desa,’’ jelas Gusti Armada.

Terkait pengupahan, dijelaskan Gusti Armada, para pekerja diberi upah sebesar Rp100 ribu setiap hari. Disisi lain, Gusti Armada juga mengaku, tidak mengetahui secara detail dana dialokasikan dalam program ini. Mengingat, pihak desa hanya memberikan rekomendasi para pekerjanya.

Baca juga :  PDIP Akan Pecat Kadernya Jika Terlibat Narkoba

‘’Kami melibatkan tenaga kerja dari desa, sebagai penggarap ada 200 orang, tukang bangunan 50 orang, tukang las 15 orang, ada juga mandor, serta penyelam nanti. Jadi di desa hanya merekomendasikan pekerja dari desa serta membantu proses agar program ini berjalan dengan baik,’’ pungkas Gusti Armada. 018

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.