MANGUPURA – Tim sepakbola Denpasar melaju ke final Porprov Bali XV/2022, setelah pada semifinal menang dramatis kontra Jembrana dengan skor 2-1, di Stadion Beji Mandala Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (22/11/2022).
Saat laga kedua tim diprediksi bakal melanjutkan pertandingan babak ekstratime (perpanjangan waktu) 2 X 15 menit, Denpasar mendapat gol penting di menit 90 yang diceploskan Kadek Lanang Surya Artayana. Tembakan keras menyusur tanah pemain belakang Laskar Catur Muka muda itu, mengarah ke pojok kanan dan gagal dibendung kiper Juan Hendrik Wempy Khu.
Jembrana langsung merespon, namun tidak cukup dengan sisa waktu tambahan 3 menit di babak kedua. Tim besutan Pelatih Budi Harto itu pun harus mengakui keunggulan Denpasar dengan skor 1-2 sampai peluit panjang ditiup Wasit Gede Gangga Argi Putra dari Karangasem.
Denpasar membuka keunggulan di menit ke-35 melalui Made Dwi Arya Sukawidana. Gol ini bermula dari eksekusi penalti Dwi Arya yang berhasil diblok kiper Juan Hendrik, namun sang kapten Denpasar itu dengan sigap memanfaatkan bola rebound itu untuk mencocor gawang Jembrana.
Pada pertengahan babak kedua, anak-anak Makepung itu sempat membuka harapan dengan menyamakan kedudukan 1-1. Memanfaatkan serangan balik nan cepat, striker Nurhakim mampu mengoyak gawang Denpasar yang dikawal kiper Putu Rio Bhaskara Jaya di menit 65.
Sayangnya, Jembrana kurang waspada di menit menit akhir babak kedua waktu normal, sehingga kecolongan satu gol yang notabene sulit dikejar dengan tambahan waktu 3 menit. Dengan kekalahan ini, Jembrana gagal merealiasikan targetnya meraih medali emas.
Sebaliknya, kemenangan 2-1 ini mengantarkan tim ibu kota Provinsi Bali itu tinggal selangkah lagi mewujudkan target medali emas. Di final Jumat (25/11/2022), Denpasar akan menghadapi juara bertahan sekaligus tuan rumah, tim Badung.
Usai laga tersebut, Pelatih Denpasar Made Pasek Alit mengakui anak asuhannya kesulitan membongkar pertahanan gerendel Jembrana. ”Lawan (Jembrana) terlalu bertahan mainnya dan sesekali hanya mengandalkan serangan balik,” ucapnya.
Namun pelatih yang juga mantan penggawa Perseden ini mengaku bersyukur timnya bisa meraih kemenangan yang menurutnya sangat dramatis. ”Gol kemenangan 2-1 dari gol Kadek Lanang terjadi di waktu yang tepat, karena pertandingan tinggal 3 menit. Betul-betul kemenangan dramatis,” imbuh Pasek Alit.
Manajer Tim Denpasar Made Diatmika bahkan memuji kiper Jembrana Juan Hendrik yang lebih dari lima kali melakukan penyelamatan luar biasa. ”Anak-anak mendominasi di babak pertama. Setidaknya ada empat peluang emas dari Aldi dan Dedek, tetapi hanya satu bisa dikonversi menjadi gol,” ujarnya.
Diatmika juga bersyukur karena timnya akhirnya mendapat kemenangan 2-1 dari perjuangan keras para pemainnya. ”Kami kecolongan satu gol di babak kedua dari serangan balik lawan karena anak-anak terlalu asyik menyerang. Tetapi puji syukur berkat karunia ida Sang Hyang Widi Wasa, Denpasar akhirnya bisa meraih kemenangan,” imbuhnya.
Pihaknya juga mewanti-wanti para pemainnya tetap fokus dan memanfaatkan recovery dengan baik untuk pemulihan kondisi fisik. ”Saya sudah tekankan ke anak-anak, agar tetap menjaga kebugaran fisik sehingga bisa bermain bagus saat jumpa Badung di final,” pungkas Diatmika. yes
























