MANGUPURA – Tim sepakbola Jembrana gagal ke final sekaligus harus mengubur targetnya merebut medali emas Porprov Bali XV/2022, setelah dipaksa mengakui keunggulan Denpasar dengan skor 1-2, pada laga semifinal, Selasa (22/22/2022).
Hanya, dibalik kekalahan 1-2 itu, Pelatih Jembrana Budi Harto mempertanyakan kepemimpinan Wasit Gede Gangga Argi Putra dari Karangasem yang mengesahkan gol pertama Denpasar. Dari kacamatanya, gol yang dicetak Made Dwi Arya Sukawidana diawali hand balls saat kena muntahan bola dari blok kiper Jembrana Juan Hendrik.
”Sebelum dia (Dwi Arya) mencetak gol, tembakan penaltinya diblok kiper kami (Juan Hendrik). Bola muntahan kiper sempat menganai tangannya, sebelum ia mencetak gol. Banyak yang melihat kok, tetapi sayang wasit tetap mengesahkan gol itu,” ungkap Budi sekaligus menepis bahwa dirinya mencari ”kambing hitam” kekalahan timnya.
”Saya soroti wasit untuk perbaikan ke depannya, setidaknya untuk memotivasi peningkatan kualitas wasit pada even-even selanjutnya. Sebab pada Porprorv sebelumnya (2019 di Tabanan), kami juga mengalami nasib yang sama sehinga gagal melangkah ke final,” tambah coach Budi.
Secara umum, coach Budi mengapresiasi permainan anak asuhnya dalam menerapkan taktik dan strategi yang ia berikan. Setidaknya mampu memberikan perlawann sengit, bahkan sempat membuat Denpasar ketar ketir juga.
”Cuma sedikit lengah di menit-menit akhir waktu normal, kami dihukum dengan gol yang tak mungkin kami kejar dengan waktu yang sangat mepet. Jika mungkin terjadi esktratime, mungkin cerita akhir laga akan beda. Tetapi inilah uniknya di sepakbola, gol yang tak diharapkan bisa terjadi kapan saja,” tambahnya.
Mau tak mau, lanjutnya, kini Jembrana tetap akan fokus menghadapi laga terakhirnya menghadapi Karangasem Kamis (24/11/2022) besok. ”Setidaknya kami pulang ke Jembrana dengan kalungan medali perunggu,” pungkas coach Budi. yes
























