Cueki Penugasan Prananda, Kader “Mbalelo” Terancam Sanksi, PDIP Perkuat Ekonomi Kreatif dan Perang Udara

  • Whatsapp
KETUT Suryadi (pegang mik) saat acara penutupan Pelatihan Aplikasi Sosial Media dan Teknologi Informasi PDIP di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Minggu (30/5/2021) petang. Foto: ist
KETUT Suryadi (pegang mik) saat acara penutupan Pelatihan Aplikasi Sosial Media dan Teknologi Informasi PDIP di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Minggu (30/5/2021) petang. Foto: ist

DENPASAR – Ekspresi Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDIP Bali, Ketut Suryadi, tampak kesal sebelum menutup Pelatihan Aplikasi Sosial Media dan Teknologi Informasi PDIP di Hotel Grand Bali Beach Sanur, Minggu (30/5/2021) petang. “Ini sudah kebangetan,” ketusnya saat ditanya terkait ada sejumlah admin media sosial Fraksi PDIP seluruh Bali yang tidak hadir.

Ya, pasti ada sanksinya dari DPP. Ini kegiatan resmi DPP, kok malah nggak hadir?” imbuh Wakil Sekretaris Internal DPD PDIP Bali, Cokorda Gede Agung, yang mendampingi Boping, panggilan akrab Suryadi.

Bacaan Lainnya

Kedongkolan Boping memang ada dasarnya. Dia berkata kader partai di Bali mestinya bersyukur karena Bali dijadikan pilot project penguatan teknologi informasi dan media sosial. Artinya, Bali dipercaya oleh DPP sebagai pelopor, makanya jadi pertama yang dilatih. Peserta pelatihan, jelasnya, adalah semua admin dari anggota Fraksi PDIP di DPRD Bali dan kabupaten/kota.

“Semua peserta itu dibayarin partai, diberi kamar, cuma dilatih saja malah tidak datang. Malu harusnya sebagai (kader) partai pelopor seperti begitu,” sergah anggota Komisi 4 DPRD Bali itu.

Cok Agung yang ditanya sanksi yang kemungkinan dijatuhkan, tidak berkomentar banyak dengan alasan DPP yang punya kewenangan untuk itu. Namun, dia membenarkan pelatihan ini merupakan gagasan dan tanggung jawab sang “putra mahkota” di DPP PDIP yakni Prananda Prabowo, putra Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Baca juga :  Gubernur Koster Apresiasi Pengolahan Sampah Berbasis Sumber, Desa Taro Jadi Percontohan

Soal kemungkinan DPD PDIP Bali juga ikut memberi sanksi, dia menjawab diplomatis. “Ini gawe DPP, maka penilaian dan sanksi sepenuhnya di tangan DPP. Yang jelas siapa berbuat apa sudah ada datanya di DPP, silakan (yang bermasalah) urusan ke DPP,” sahutnya dengan mengangkat bahu dan tangan terbuka.

Disinggung apakah kader yang mbalelo dengan mengabaikan pelatihan ini dapat dimaknai “menantang” kewenangan Prananda secara halus, Cok Agung tidak menjawab jelas. “Ya itu kan Anda yang menafsirkan. Kalau mau jelasnya kayak apa, tanya aja sendiri ke yang tidak datang itu. Kok malah tanya saya?” kelit Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Bali tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris DPD PDIP Bali, IGN Jaya Negara, berujar pelatihan itu diadakan sebagai respons partai atas perkembangan era revolusi industri 4.0, yang menekankan penguasaan teknologi informasi (TI) untuk pemasaran produk. Salah satu bentuknya adalah melalui media sosial. “Sekarang teknologi informasi menjadi penentu penyebaran kegiatan di partai (ke publik), juga sangat signifikan sebagai perpanjangan informasi partai. Apalagi partai kami partai besar dan banyak kegiatan, kalau tidak disebarkan informasi lalu siapa yang tahu?” ucap Wali Kota Denpasar itu.

Dengan memanfaatkan TI, urainya, kebijakan strategis kepala daerah dari PDIP dapat disebarkan ke masyarakat. Melalui pelatihan ini, kata dia, admin anggota fraksi dilatih untuk memiliki kapabilitas menulis informasi kegiatan partai yang mudah dicerna publik. Nilai lebih pelatihan ini, imbuhnya, agar produk UMKM binaan PDIP memiliki kanal transaksi pemasaran lebih luas, minimal untuk di internal kader.

Baca juga :  Informasi Pejenengan Puri Agung Klungkung Mesuara, Bupati Klungkung Terbitkan Surat Edaran

“Partai kami itu besar, tapi di media sosial masih kalah dengan Gerindra dan PKS. Padahal kita kan tidak boleh cuek dengan medsos, minimal harus dimanfaatkan lebih efektif untuk memperluas jangkauan dan menangkal hoaks,” cetus politisi kalem itu.

Apa ini sebagai persiapan untuk perang udara pada Pemilu 2024 nanti? “Ya bisa untuk semuanya. Yang pasti ini adalah strategi partai untuk memanfaatkan TI, apapun itu bentuknya,” pungkasnya. hen

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.