GIANYAR – Cuaca ekstrem masih akan melanda wilayah Gianyar beberapa hari ke depan sebagai dampak fenomena alam La Nina. Warga diingatkan tetap waspada saat beraktivitas di luar rumah, karena longsor dan pohon tumbang bisa tiba-tiba terjadi tanpa bisa diprediksi. Pesan itu dilontarkan Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, Minggu (28/11/2021).
Dia menguraikan, beberapa hari belakangan ini, cuaca ekstrem mengakibatkan beberapa pohon tumbang di Gianyar bagian utara. BPBD Gianyar pun harus siap siaga, karena tanah longsor dan pohon tumbang setiap saat bisa terjadi.
“Dari tanggal 23 November ada puluhan laporan yang masuk. Namun, tidak semua bisa ditangani karena keterbatasan personel, kami ambil yang paling urgen,” ujarnya.
Paling parah, kata Suamba, kejadian 25 November lalu yakni longsor di Banjar Begawan, Desa Melinggih, Payangan yang menewaskan tiga wisatawan lokal yang hendak rafting di aliran sungai Tukad Ayung.
“Ini cuaca ekstrem akibat fenomena alam La Nina, dan kemungkinan terjadi sampai bulan Januari 2022,” urainya mengingatkan.
La Nina, terangnya, adalah fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan lebih tinggi. Fenomena La Nina terjadi ketika suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah suhu normal.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi. Karena itu, Suamba mengimbau masyarakat tetap waspada karena pengaruh La Nina ini.
“Pengaruh La Nina ini berupa angin kencang dan curah hujan yang tinggi, sehingga potensi pohon tumbang, tanah longsor, jalan licin sangat besar terjadi,” tandasnya. adi
























