Dampak Pandemi, Karangasem Hadapi Ribuan Penganggur

  • Whatsapp
KADISNAKER Kabupaten Karangasem, I Nyoman Suadnya. Foto: ist

KARANGASEM – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Karangasem mencatat sedikitnya ada delapan perusahaan formal gulung tikar selama pandemi Covid-19 berlangsung hingga menjelang akhir tahun 2021 ini. Hal ini mengakibatkan situasi hadirnya ribuan penganggur. Demikian disampaikan Kadisnaker Kabupaten Karangasem, I Nyoman Suadnya, Minggu (28/11/2021).

Menurut Suradnya, di Karangasem terdapat sekira empat ribu perusahaan formal, dengan delapan perusahaan terpaksa tutup permanen, dan 370 perusahaan tutup sementara.

Bacaan Lainnya

Semuanya merupakan imbas pandemi. “Untuk perusahaan yang tutup permanen tersebut kebanyakan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata. Itu pun baru yang tercatat saja,” ungkapnya.

Dari empat ribu perusahaan formal tersebut, terangnya, tercatat mempekerjakan sekira 20 ribu tenaga kerja. Berlarut-larutnya pandemi mengakibatkan sebanyak 3.533 tenaga kerja terpaksa dirumahkan, dan 262 tenaga kerja dilaporkan terkena pemutusan hubungan kerja dari perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, hingga November 2021 ini Disnaker Karangasem mencatat jumlah penganggur di Karangasem menembus angka 60 ribu orang. Yang terbanyak berada di Kecamatan Karangasem.

Instansinya, imbuh Suradnya, berupaya mengurangi angka penganggur itu dengan cara membuka berbagai pelatihan keterampilan, seperti pelatihan menjahit hingga pelatihan perbengkelan.

Peserta yang selesai mengikuti pelatihan juga dicarikan tempat magang, dipantau dan dievaluasi setiap tahun perkembangannya. nad

Baca juga :  PDIP Mataram Pasang Badan ke Nyanyu, Tantang Salman Lapor ke Polisi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.