POSMERDEKA.COM, DENPASAR – Peringatan keras disampaikan Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster, kepada jajaran kader di Bali. Koster menyerukan kader jangan hanya mengejar kemenangan pada pemilu saja. Tantangan sebenarnya adalah ketika sudah memenangkan pemilu. “Jangan cuma ingin menang pemilu, tapi harus memberi kontribusi ke rakyat,” tegasnya dengan nada tinggi saat memberi sambutan pada penutupan Bulan Bung Karno, di aula DPD PDIP Bali, Jumat (30/6/2023).
Meski ekspresi Koster tidak mengeras ketika mengucapkan pernyataan itu, tapi suasana aula yang dipenuhi ratusan anggota DPR RI, DPRD Bali dan kabupaten/kota serta sejumlah kepala daerah dari PDIP, mendadak senyap. Sejumlah kader di barisan belakang yang semula berbisik-bisik, langsung terdiam.
Menurut Koster, ketika partai dinilai berbuat banyak untuk rakyat, tidak disuruh memilih PDIP pun rakyat akan tetap memilih PDIP. Survei elektabilitas PDIP di Bali untuk periode Mei dan Juni 2023, sambungnya, paling tinggi dan jauh meninggalkan partai lain. “Saya tidak mau sebut angkanya berapa, supaya tidak ada yang malas-malasan kerja. Nyanan buin ada ngendah-ngendah (nanti lagi ada yang aneh-aneh). Pokoknya 2024 Bali ini merah total,” jaminnya, kali ini disambut aplaus hadirin.
Sebelumnya, Koordinator Kegiatan Bulan Bung Karno, Dewa Made Mahayadnya, berterima kasih kepada para koordinator aneka lomba peringatan Bulan Bung Karno seluruh Bali. Khusus tahun 2023, sebutnya, ada dua tambahan acara yakni komunikasi dan sosialisasi terpadu, disingkat Koster, di Tabanan; dan pelayanan kesehatan tradisional di aula DPD PDIP. Pasar gotong royong yang dilaksanakan di Tabanan, jelasnya, merupakan program Kabid Ekonomi Kreatif dan Digital DPP PDIP.
Dia menuturkan, kegiatan partai harus dikomunikasikan dan disosialisasikan secara terpadu oleh tiga pilar partai, yakni struktural, petugas partai di eksekutif dan legislatif. “Kebetulan kalau disingkat jadi Koster, ini hasil diskusi saya di Jakarta dengan Mas Prananda Prabowo,” terang Dewa Jack, sapaan akrabnya, disambut tawa hadirin, termasuk Koster yang duduk di barisan depan.
“Naik skuter ke pantai sanur, jalannya merapat seperti berenang. Wayan Koster maju gubernur, didukung rakyat pasti menang. Koster dua periode,” pekiknya direspons gempita para kader.
Kembali ke Koster, dia minta kepada jajaran Fraksi PDIP Bali untuk memfasilitasi para juara lomba barista untuk membuat kedai kopi bali. Juga juara mixologi arak bali agar diberdayakan untuk bisa diserap hotel dan restoran. Untuk kain endek, desain para juara diinstruksi untuk dipakai sebagai bahan pakaian anggota DPRD. “Bikin pakaian endek sesuai motif daerah masing-masing,” pintanya, yang sempat mengabsen para kepala daerah dan anggota DPR RI dari PDIP yang hadir.
Pada kesempatan itu, Koster juga berkata implementasi pergub yang dia buat dijalankan oleh PDIP. Dia pun membandingkan kerja PDIP, yang diklaim jauh lebih bagus daripada kinerja OPD di Pemprov Bali dalam melaksanakan regulasi yang ada. “Lebih bagus kerja di partai, saya sudah capek marah-marah ke OPD. Cuma PDIP bikin kegiatan dan peduli dengan produk dan kearifan lokal Bali. Betul nggak?” tanya Gubernur Bali itu, dijawab “betul” oleh para juara lomba yang duduk di sisi selatan.
Kepada kader, Koster kembali mencetuskan pentingnya menjaga penduduk lokal Bali agar tidak terus menyusut. Dia pun berjanji akan memberi insentif kepada anak Bali yang bernama Ketut (anak keempat), karena saat ini jarang warga Bali yang punya anak sampai empat. KB dua anak dituding sebagai biang keroknya.
“(Nama) Ketut ini terancam punah, tinggal masuk museum. Kalau ada undangan pernikahan, saya selalu pesan agar bikin empat anak. Tapi harus dari satu istri,” candanya sebelum turun podium.
Lucunya, ketika sebagian hadirin bubar, Koster kembali naik podium. “Ehh satu lagi, kegiatan saya tutup secara resmi. Sampai jumpa tahun depan,” pungkasnya turun panggung sambil nyengir. hen
























