Cegah Corona, Kapolsek Selbar Galang Bendesa Adat Terkait Kegiatan Keagamaan

  • Whatsapp
KAPOLSEK Selbar, AKP I Gusti Lanang Jelantik, saat tatap muka dengan para bendesa adat se-Kecamatan Selbar, Tabanan, Selasa (3/11/2020). foto: ist

TABANAN – Kapolsek Selemadeg Barat (Selbar), AKP I Gusti Lanang Jelantik, SH., melaksanakan penggalangan dan tatap muka dengan para bendesa adat se-Kecamatan Selbar, Kabupaten Tabanan, Bali, di Mapolsek Selbar, Selasa (3/11/2020). Kegiatan tersebut dalam rangka menyamakan persepsi dalam menghadapi dan pencegahan penyebaran Covid-19, yang berkaitan dengan kegiatan adat dan keagamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Selbar dr. I Wayan Arya sekaligus sebagai narasumber; Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kecamatan Selbar, I Nyoman Gede Arsa, dan Jro Bendesa Adat se-Kecamatan Selbar. Kapolsek juga didampingi Wakapolsek Iptu Kadek Ardika W dan Kanitintelkam Ipda I Nyoman Sumertana.

Bacaan Lainnya

AKP Lanang Jelantik mengatakan, dalam upaya mencegah dan menekan penyebaran Covid-19, khususnya di wilayah Selbar, dan yang berkaitan dengan kegiatan adat dan keagamaan yang dianggap melanggar protokol kesehatan, sudah ada dasar hukum untuk itu. “Di antaranya Maklumat Kapolri, Pergub Bali No. 46 Tahun 2020, dan Perbup Tabanan No. 44 Tahun 2020,” ungkapnya.

Dia mengharapkan kepada jajaran bendesa adat di wilayah desa adat masing-masing mampu dan dapat mengendalikan warga, terutama yang berkaitan dengan kerumunan banyak orang. Untuk itu, ada beberapa hal yang bisa diupayakan.

Baca juga :  Pesta Miras Saat Pandemi, Satgas Desa Peguyangan Kangin Amankan 8 Warga Luar Bali

Jelantik juga menyebutkan beberapa poin. Diantaranya tentang segala bentuk kegiatan keagamaan diharapkan ada rekomendasi dari satgas Covid dan permakluman dari MDA kecamatan. Dalam kegiatan adat ataupun keagamaan, harus menyiapkan fasilitas protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan dan jaga jarak, termasuk menyiapkan masker bagi warga yang lupa menggunakan masker.

“Begitu juga dengan iring-iringan atau kerumunan yang berkaitan dengan acara ngaben maupun penguburan jenazah, agar jangan terlalu banyak dan diatur sedemikian rupa, sehingga tidak melanggar protokol kesehatan,” ujar Jelantik.

Kapolsek mengingatkan untuk mengaktifkan kembali satgas gotong royong dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, sehingga penyebaran virus tersebut dapat ditekan seminimal mungkin. Dalam acara tersebut, Kapolsek Selbar juga sempat mengingatkan para bendesa adat agar tidak terlibat politik praktis, apalagi menjelang Pilkada Tabanan 2020.

Kepala Puskesmas Selbar pun menyampaikan beberapa hal. Dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, dr. Arya mengharapkan kepada satgas mempunyai persepsi yang sama, sehingga masyarakat jadi yakin terkait dengan Covid-19. “Untuk di wilayah Selbar sudah dibentuk grup WA penanganan Covid, yaitu dengan nama ‘KOBAR’,” ujarnya.

Dijelaskan juga bahwa di Kecamatan Selbar termasuk zona hijau, dengan kasus paling rendah dan jadi ranking 1 penanganan Covid-19, karena penyebaran paling rendah se-Kabupaten Tabanan yaitu dengan 23 kasus. Dia mengajak jajaran bendesa adat untuk bersama-sama dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19, yaitu melalui pendisiplinan warga desa adat.

Baca juga :  Ikuti Protokol Kesehatan, FTP Unwar Laksanakan Yudisium

Ketua MDA Kecamatan Selbar, I Nyoman Gede Arsa, menyampaikan bahwa jajaran bendesa adat sudah melaksanakan semua kebijakan dan aturan-aturan dari pemerintah pusat maupun daerah, terkait dengan pencegahan Covid-19.

Diakui pula bahwa pihaknya sudah menyosialisasikan dan menerapkan kepada warga yang berkaitan dengan kegiatan adat dan keagamaan, namun masih banyak kendala yang ditemui di lapangan.

“Mengatur orang banyak kadang memang tidak selalu mudah. Ada beberapa warga yang sulit untuk diatur, terutama yang berkaitan dengan kerumunan ataupun jaga jarak, ketika melaksanakan upacara ngaben ataupun kegiatan penguburan. Masih ada iring-iringan warga yang melebihi kapasitas,” ujarnya, seraya berjanji bahwa pihaknya akan berusaha untuk memberikan pemahaman kembali kepada warga. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.