TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan pidato pengantar terhadap Ranperda tentang APBD 2023, dalam Rapat Paripurna ke-11, Masa Persidangan III Tahun Sidang 2022, di Aula Rapat DPRD Tabanan, Kamis (15/9/2022).
Sidang yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, juga dihadiri Wabup I Made Edi Wirawan; Wakil Ketua DPRD Tabanan beserta anggota dewan, dan undangan lainnya.
Dalam pidato pengantarnya, Bupati Sanjaya mengatakan bahwa Ranperda tentang APBD Tabanan TA 2023 merupakan rencana keuangan tahunan daerah, yang ditetapkan dengan perda.
Dengan mengacu terhadap kebijakan umum APBD, prioritas dan plafon anggaran sementara, merupakan dokumen awal perencanaan anggaran daerah dan jadi pedoman dalam menyusun Rancangan APBD TA 2023.
“Dalam rancangan APBD TA 2023, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1,744 triliun. Mengalami penurunan sebesar Rp28,155 miliar atau 1,59 persen dari Anggaran Induk Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp1,772 triliun. Belanja daerah direncanakan sebesar Rp1,784 triliun, mengalami penurunan sebesar Rp47,64 miliar atau 2,6 persen dari Anggaran Induk 2022 sebesar Rp1,832 triliun,” ungkap Sanjaya.
Dengan kondisi tersebut dikatakan terdapat defisit anggaran sebesar Rp40,314 miliar, yang akan ditutup dari pembiayaan netto, bersumber dari estimasi Silpa TA 2022. Pendapatan daerah sebesar Rp1,744 triliun, terdiri atas PAD dan pendapatan transfer.
Sementara belanja daerah sebesar Rp1,784 triliun, yang digunakan untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.
Anggaran daerah, katanya, merupakan cerminan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk program, dan kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Diperlukan komitmen semua pihak agar dapat melakukan secara efektif dan efisien, dan dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu dukungan berbagai kebijakan.
“Apabila kita dapat mengarahkan kebijakan yang tepat dalam APBD, maka mendorong upaya untuk penanggulangan kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, penciptaan stabilitas ekonomi dan keuangan, serta perluasan kesempatan kerja. Akan tumbuh gerakan pembangunan yang sinergis dari semua pihak, yaitu pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat,” tegas Sanjaya. gap
























