Bupati Dana Hadiahi Warga Tianyar Distribusi Jaringan Pipa Air

BUPATI Karangasem, I Gede Dana, menghadiahi warga Tianyar dengan distribusi jaringan pipa Telaga Waja, ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan sementara tiga jalur jaringan transmisi dan distribusi jaringan pipa Telaga Waja yang dibangun Pemkab Karangasem, Senin (15/8/2022). Foto: ist

KARANGASEM – Menjelang peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik indonesia, Bupati Karangasem, I Gede Dana, menghadiahi warga Tianyar dengan distribusi jaringan pipa Telaga Waja.

Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima pengelolaan sementara tiga jalur jaringan transmisi dan distribusi jaringan pipa Telaga Waja yang dibangun Pemkab Karangasem, Senin (15/8/2022).

Read More

Berita acara tersebut berdasarkan Perjanjian Kerjasama antara Kepala Dinas PUPRKP Provinsi Bali dengan Kepala Dinas PUPRKP Karangasem Nomor 075/11/PKS/B.Pem.Kesra/V/2021 dan 075/60/PKS-DPUPR/PEM/2021 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum Telaga Waja.

Kepala Dinas PUPRKP Karangasem, Wedasmara, dalam laporannya menyampaikan, berdasarkan koordinasi antara Dinas PUPR Karangasem dengan Dinas PUPRKP Provinsi Bali melalui UPT PAM Provinsi Bali dan Perumda Tirta Tohlangkir, secara umum disepakati UPT PAM mengelola jaringan transmisi pada stage pertama dari reservoar distribusi milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida.

Sementara jaringan transmisi di atasnya beserta seluruh reservoar dan jaringan distribusi akan dikelola Perumda Tirta Tohlangkir. “Air minum merupakan salah satu pelayanan dasar yang wajib mendapat perhatian pemerintah,” sebut Bupati Dana dalam sambutannya.

Selain itu, dia juga menyatakan tiga jalur jaringan transmisi dan distribusi jaringan pipa Telaga Waja yang dibangun Pemkab Karangasem berlokasi di Desa Tianyar Barat, Tianyar Tengah, dan Tianyar.

“Sebenarnya ini sudah lama didiskusikan. Dengan banyaknya masalah yang dilewati dan keseriusan saya dan Pak Wakil, akhirnya hal yang sangat dinanti ini terwujud juga. Sebab, kami sangat ingin memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” seru Bupati Dana.

Lebih lanjut disampaikan, dia tidak akan terus bergerak mengoptimalkan potensi yang ada. Apalagi masih banyak masyarakat Karangasem, khususnya di wilayah Kecamatan Kubu, Abang dan Seraya, yang menghadapi masalah kekurangan air bersih. “Namun, hal tersebut harus dilaksanakan secara bertahap karena kondisi dan permasalahan di masing-masing tempat berbeda-beda,” terangnya.

Bupati Dana juga menegaskan, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Telaga Waja merupakan jaringan perpipaan yang cukup besar. Bisa dikatakan terbesar di Indonesia, dengan panjang mencapai lebih dari 70 km, dan kondisi topografi cukup ekstrem.

Dalam pengoperasiannya tentu butuh teknologi tinggi dan biaya operasional besar. Untuk itu, dia minta pihak pengelola cermat dalam pengelolaan, sehingga keberlanjutan dari program ini dapat terjaga selama-lamanya.

“Hal ini penting untuk diketahui demi peningkatan pelayanan pemerintah, khususnya dalam bidang air bersih. Masyarakat juga diharapkan bijak dan efisien dalam memanfaatkan air agar tidak terjadi pemborosan,” pinta politisi PDIP yang dikenal kalem itu. nad

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.