Borong Minyak Goreng Curah, Pria Edy Priyanto Diamankan

FORKOPIMDA Tabanan saat melakukan sidak terkait ketersediaan dan stok minyak gorengdi beberapa tempat, Selasa (22/3/2022). Foto: ist

TABANAN – Forkopimda Tabanan menggelar sidak terkait ketersediaan dan stok minyak goreng kemasan dan curah di beberapa tempat di Tabanan, Selasa (22/3/2022). Saat sidak di Toko Kurnia Tabanan, petugas menemukan pedagang tingkat pengecer yang melakukan aksi borong minyak curah, yang kemudian diamankan di Polres Tabanan.

Pengecer yang diamankan petugas karena aksi borong itu berinisial Edy Priyanto, beralamat tinggal di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Tabanan. Yang bersangkutan membeli minyak curah dengan jumlah banyak, yakni 60 kilogram, dengan menggunakan tiga jerigen kapasitas 20 kilogram, yang diangkut dengan mobil Zebra Espass nopol DK 1020 BE.

Bacaan Lainnya

Atas temuan tersebut, Forkompinda Tabanan yang terdiri atas Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Ferry Adianto, dan Sekda Tabanan I Gede Susila, sempat menegur dan menyarankan kepada pemilik Toko Kurnia, L. Hendrata, agar penjualan minyak goreng dibatasi.

“Kami hanya menyarankan agar penjualan minyak goreng dibatasi agar stok minyak goreng cukup dan merata untuk seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan, sehingga semua bisa mendapatkan,” ujar Ranefli didampingi Kadis Perindag Tabanan, I Putu Santika, dan Kabag Ekonomi Pemkab Tabanan, IGP Ekayana.

Baca juga :  Kelurahan Penatih Gencar Pantau Wilayah, Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Atas saran tersebut, pemilik Toko Kurnia kemudian berjanji untuk menjual minyak goreng curah dengan jumlah dibatasi. Batasan untuk rumah tangga diberikan membeli maksimal 4,5 kilogram, dan untuk pedagang atau UMKM diberikan membeli maksimal 10 kilogram.

Terkait temuan ini, pembeli minyak goreng dalam jumlah banyak di Toko Kurnia tersebut, saat ini diamankan ke Polres Tabanan guna pemeriksaan lebih lanjut. “Hal itu kami lakukan karena kemungkinan atau indikasi penimbunan minyak curah, dengan mencari keuntungan dalam situasi seperti saat ini,” ucap Ranefli.

Kapolres melanjutkan, selain membeli di toko tersebut, yang bersangkutan juga membeli atau memborong minyak curah di tempat lain, meskipun dia mengaku dijual lagi ke masyarakat. “Yang kami harapkan, jangan sampai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” jelas Ranefli.

Sementara itu, Hendrata mengatakan sampai saat ini stok minyak goreng curah di tokonya masih tersedia dengan harga jual Rp15.300 per kilogram. “Penjualan melayani para pembeli untuk kebutuhan rumah tangga maupun para pengecer,” ujarnya.

Sebelumnya rombongan Forkopimda Tabanan melaksanakan sidak serupa di Pasar Tabanan. Mereka melakukan dialogis dengan beberapa pedagang, terkait ketersedian dan stok minyak goreng kemasan maupun minyak curah, juga tentang kendala terkait penjualan minyak goreng.

Dandim Letkol Ferry mengatakan, di Kabupaten Tabanan sampai saat ini nihil kelangkaan minyak goreng kemasan maupun minyak curah. Dikatakan, harga minyak goreng kemasan saat ini cukup tinggi, sehingga membuat para pedagang takut untuk membeli dan menyetok dalam jumlah banyak.

Baca juga :  Aktivis di Mataram Ikuti Diskusi Publik Pamer Pancasila

“Mengingat harga minyak belum stabil, namun dari pemantauan di beberapa distributor di Kabupaten Tabanan, bahwa stok minyak goreng masih tersedia dalam jumlah yang mencukupi untuk kebutuhan harian,” ujarnya. gap

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.